Presiden Donald Trump akhirnya mengakui kemenangan Joe Biden di Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) 2020 dengan menyebut pemilu telah dicurangi.
- Ruth Meliana
- Senin, 16 November 2020 - 08:37 WIB
WowKeren - Joe Biden telah terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat ke-46 setelah memenangi Pilpres AS. Namun, kemenangan Biden masih sulit diterima oleh Presiden Donald Trump yang menjadi lawannya dari Partai Republik.
Dalam kicauan terbaru di Twitter, Trump akhirnya memang mengakui kemenangan Joe Biden dalam Pemilu AS. Meski demikian, ia menganggap kemenangan lawannya dari Partai Demokrat tersebut tidak sah dan penuh kecurangan.
”Dia menang karena Pemilu dicurangi,” tulis Trump dalam akun media sosialnya seperti dilansir dari CNN, Senin (16/11). “TIDAK ADA PENGAWAS SUARA ATAU PENGAWAS yang diizinkan.
”Pemungutan suara yang ditabulasikan oleh perusahaan swasta Radical Left, Dominion. Mereka terkenal dengan reputasi buruk dan peralatan buruk yang bahkan tidak dapat memenuhi syarat di Texas (tempat dimana saya menangkan banyak suara!),” sambungnya. “Media penuh kepalsuan dan diam, dan lainnya!”
Lebih lanjut Trump turut menyoroti berbagai gangguan yang terjadi pada malam pemilu. Menurutnya, banyak pihak yang mencoba mencuri suara dan bahkan berhasil melakukannya tanpa ketahuan.
Hal tersebut dianggap Trump menjadi penyebab utama Biden dapat memenangkan Pilpres AS. Ia juga turut mengkritik keras Pemilu AS yang mengandalkan mail-in ballot selama pandemi virus corona. Menurutnya, cara pemilihan ini telah menimbulkan banyak kecurangan.
”Benar-benar mereka ketahuan mencoba mencuri suara,” tuduh Trump. “Mereka berhasil banyak, tanpa ketahuan (mencuri suara). Pemilihan lewat mail-in adalah lelucon yang memuakkan!”
Seperti yang diketahui, pasangan Joe Biden dan Kamala Harris berhasil mendapatkan 290 suara elektoral dalam Pilpres AS. Perolehan suara tersebut jauh lebih banyak dari Trump yang hanya mendapatkan 232 suara elektoral. Untuk menjadi Presiden AS, salah satu kandidat harus mendapatkan 270 suara elektoral dimana hal itu sudah didapatkan Biden.
(wk/lian)