Pentagon AS Diprediksi Bakal Dipimpin Seorang Perempuan Saat Biden Menjabat Jadi Presiden
AP
Dunia

Salah satu orang yang disebut-sebut menjadi kandidat utama adalah Michele Flournoy, yang beberapa kali ditugaskan di Pentagon sejak 1990-an. Flournoy bahkan pernah menjadi asisten Menteri Pertahanan.

WowKeren - Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden, diperkirakan akan menunjuk perempuan untuk memimpin Pentagon atau Kementerian Pertahanan. Jika terwujud, maka ini akan menjadi yang pertama kalinya dalam sejarah Amerika Serikat.

Salah satu orang yang disebut-sebut menjadi kandidat utama pemimpin Pentagon selanjutnya adalah Michele Flournoy. Wanita kelahiran 1960 ini dikenal sebagai veteran dan berhaluan politik moderat.

Jika terpilih, Flournoy menandai berakhirnya era kepemimpinan Pentagon yang bongkar-pasang di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Diketahui, semasa Trump menjabat hingga kini ada lima orang pria yang menduduki kursi tertinggi di Pentagon.

Tantangan bagi Flournoy adalah ia harus terlibat dalam penciutan anggaran Pentagon. Tak hanya itu, Pentagon kemungkinan akan mendapat tugas tambahan yaitu ikut mendistribusikan vaksin Covid-19.


Di sisi lain, Flournoy telah beberapa kali ditugaskan di Pentagon sejak 1990-an. Terakhir, pada 2009-2012, ia menjadi asisten Menteri Pertahanan yang mengurusi kebijakan. Pandangan politiknya yang moderat diperkirakan memudahkan ia untuk mendapat dukungan bipartisan, Partai Demorkrat dan Partai Republik.

Terlepas dari hal tersebut, pasangan capres-cawapres Joe Biden-Kamala Harris akan dilantik pada Januari 2021 mendatang. Keduanya berhasil meraih posisi presiden-wakil presiden setelah melewati perolehan 270 suara elektoral. Sedangkan rivalnya, Donald Trump-Mike Pence, meraih 214 suara elektoral. Dalam pernyataan resminya, Biden mengungkapkan rasa bangga akan kepercayaan rakyat AS padanya dan Kamala Harris untuk mengampu masa jabatan berikutnya.

Para pemimpin dunia, termasuk sekutu AS telah memberi selamat kepada Joe Biden yang unggul dalam Pilpres AS. Mereka antara lain Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin, Kanselir Jerman Angela Merkel, hingga Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Namun, Trump beserta tim kampanyenya menegaskan bakal menempuh jalur hukum untuk menolak hasil pilpres yang memenangkan Biden. Ia dan timnya menuduh terjadi kecurangan di Pennsylvania dan negara bagian lain yang memenangkan perolehan suara Biden. Namun, klaim tersebut dilontarkan tanpa bukti.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait