Satgas COVID-19 Sebut Libur Akhir Tahun Bisa Ditiadakan Gara-Gara Ini
Pixabay/Ri_Ya
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo membuka opsi libur akhir tahun bisa dikurangi atau bahkan ditiadakan jika Indonesia menghadapi krisis seperti ini.

WowKeren - Indonesia dihadapkan dengan lonjakan besar kasus positif COVID-19 sampai memecahkan rekor 5 ribu lebih kasus harian. Banyak yang mengaitkan krisis ini dengan libur panjang yang didapat masyarakat pada akhir Oktober 2020 kemarin.

Di sisi lain, diketahui Indonesia akan kembali mendapatkan libur panjang pada akhir tahun nanti. Namun Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo secara tersirat membuka opsi liburan itu bisa dikurangi atau ditiadakan jika hasil kajian Satgas merujuk demikian.

Doni menyebut pihaknya saat ini tengah mempelajari dampak dari libur panjang pada akhir Oktober 2020 nanti terhadap peningkatan kasus konfirmasi positif COVID-19. Jika memang ternyata liburan merupakan faktor tambahan kasus, maka bukan tidak mungkin pihaknya akan memberikan rekomendasi pengurangan durasi libur.

"Satgas sendiri masih mengikuti perkembangan sampai satu minggu ke depan," terang Doni dalam konferensi pers, Minggu (15/11). "Apakah dampaknya signifikan atau malah masyarakat sudah semakin baik dalam menerapkan liburan aman dan nyaman tanpa kerumunan."


Jika dalam sepekan ini tidak ada peningkatan kasus positif yang signifikan, maka Satgas akan memberikan masukan untuk tetap melanjutkan libur. Sedangkan jika yang didapati hasil sebaliknya, Satgas bakal merekomendasikan agar libur panjang diperpendek atau bisa jadi ditiadakan sama sekali.

"Kalau ini bisa diketahui, kasus tidak mengalami peningkatan dan kita bisa mengendalikan dengan baik," kata Doni, dikutip dari Bisnis, Senin (16/11). "Insya Allah akhir tahun kita tetap berikan masukan pada pemerintah untuk melanjutkan libur panjang."

Doni pun berkaca pada kondisi wabah pasca libur panjang pada akhir Agustus dan awal September 2020 kemarin. Menurutnya, angka pasien yang dirawat akibat dari liburan kala itu masih dalam batas terkendali, dengan jumlah pasien di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet misalnya saat ini sebesar 68 persen.

Untuk diketahui, jumlah kasus virus Corona pada Jumat (13/11) kemarin mencatatkan rekor nasional baru mencapai 5.444 orang. Banyak yang mengaitkan situasi ini dengan libur panjang pada akhir Oktober, walau beberapa ahli kesehatan mengingatkan juga bahwa jumlah tes bisa menjadi faktor utama.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts