Bukan COVID-19, Ilmuwan Australia Ramal Dunia 'Dihantam' Wabah Lain 2021
Pixabay/PIRO4D
Health

Pakar campak dan rubella dari Australia, Kim Mulholland, menyoroti potensi besar terjadinya wabah baru akibat sulitnya akses vaksin pada 2020. Wabah yang dimaksudnya adalah campak.

WowKeren - Krisis yang mengiringi wabah COVID-19 sama sekali tak bisa dipandang sebelah mata. Sebab yang terbaru peneliti meramal adanya wabah berbahaya lain yang mengintai dunia pada tahun 2021 mendatang di luar potensi belum berakhirnya pandemi COVID-19.

Ilmuwan Australia pada Selasa (17/11) memperingatkan ada kemungkinan wabah campak parah yang bisa terjadi tahun depan. Pasalnya pandemi COVID-19 menyebabkan banyak anak, khususnya di negara-negara berkembang, yang melewatkan vaksinasi pencegah campak karena pandemi COVID-19.

Murdoch Children's Research Institute (MCRI) melaporkan banyak anak di negara berkembang gagal mendapat vaksin campak pada 2020. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menyebut sampai Oktober 2020 ada 94 juta anak dari 26 negara dan kawasan yang tidak mendapat dosis vaksin campak sesuai jadwal.

Hal itu diperparah oleh dampak ekonomi akibat COVID-19 yang turut mempengaruhi tingkat malnutrisi. Situasi ini pun kemudian menambah tingkat keparahan infeksi campak.


"Semua faktor ini menciptakan lingkungan untuk terjadinya wabah campak parah pada 2021," kata Profesor Kim Mulholland selaku penulis utama riset ilmiah ini. "Disertai dengan kenaikan tingkat kematian dan berbagai konsekuensi serius campak yang lazim terjadi beberapa dekade silam."

"Anak-anak yang meninggal akibat campak sering kali kekurangan gizi. Namun, campak akut membuat banyak anak yang mampu bertahan hidup mengalami kekurangan gizi," imbuh Mulholland, dilansir pada Selasa (17/11).

Campak memang bukan penyakit yang bisa disepelekan. Banyak komplikasi klinis berbahaya yang mengintai akibat infeksi penyakit ini, termasuk kebutaan hingga kematian.

Kurang gizi, beserta tekanan terhadap sistem kekebalan (imunosupresi) akibat campak, dapat menyebabkan kematian yang tertunda atau delayed mortality. Sementara itu, kekurangan vitamin A yang terjadi bersamaan juga dapat menyebabkan kebutaan terkait campak.

Oleh karena itu, Mulholland yang juga ketua Kelompok Kerja SAGE WHO untuk vaksin campak dan rubella, mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah situasi kompleks ini terjadi. "Tanpa upaya bersama sekarang, peningkatan kasus campak dan komplikasinya yang parah, dan sering kali fatal, pada tahun-tahun mendatang kemungkinan bakal terjadi," pungkas Mulholland.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait