Warning! RS Rujukan COVID-19 di Sejumlah Provinsi Kian Penuh
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Jubir Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan ada langkah yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan okupansi rumah sakit. RS bisa saja memanfaatkan ruang perawatan umum

WowKeren - Sejumlah provinsi mencatatkan okupansi rumah sakit yang kian penuh termasuk fasilitas Intensive Care Unit (ICU). Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan jika jumlah pasien yang masuk rawat jalan kian meningkat dibanding sebelum libur panjang.

"Saat ini terjadi peningkatan pasien yang masuk rawat jalan dan IGD dibanding periode sebelum libur panjang," kata Wiku dalam konferensi pers, Selasa (24/11). "Peningkatan ini berdampak pada ketersediaan tempat tidur."

Salah satu peningkatan okupansi RS terjadi di Banten. Provinsi Banten saat ini mencatat kapasitas ICU telah terisi 97 persen atau 115 ruangan. Adapun fasilitas isolasi telah terpakai 80 persen atau 1.413 tempat tidur.

Lalu di Jakarta, okupansi ICU terisi 69,57 persen dan tempat isolasi 71,66 persen. Sedangkan Provinsi Jawa Barat tempat tidur ICU terisi 73,45 persen dan tempat tidur isolasi terisi 79,62 persen.


"Dari sejumlah provinsi tersebut, pemakaian tempat tidur ICU dan isolasi di atas 70 persen adalah Jabar dan Jateng," ujar Wiku menambahkan. "Dan pemakaian tempat tidur isolasi di atas 70 persen adalah DKI Jakarta, Jabar dan Jateng."

Menurutnya, ada langkah yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan okupansi rumah sakit. RS bisa saja memanfaatkan ruang perawatan umum untuk dijadikan sebagai ruang perawatan pasien COVID-19.

"Jika kenaikan pasien 20-50 persen maka RS bisa menampung lonjakan dua kali lipat," jelas Wiku. "Jika kenaikan lebih dari 50-100 persen maka RS dapat menggunakan ruang perawatan umum menjadi ruang perawatan pasien COVID-19."

Bahkan, RS juga bisa mengambil opsi lain misalnya dengan mendirikan tenda atau RS lapangan. Hal itu bisa dilakukan jika tingkat kepenuhan melonjak lebih dari dua kali lipat.

"Berkaca dari sini, masih tingginya penularan di masyarakat, oleh karena itu, saya meminta masyarakat untuk terus secara disiplin menjalankan 3M, #mencucitangan, #memakaimasker, #menjagajarak serta menjauhi kerumunan," tambahnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts