Alami Kekeliruan Dosis, Vaksin AstraZeneca Bakal Dikaji Ulang?
Dunia
Vaksin COVID-19

Efektivitas vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca kembali diragukan. Kali ini tingkat efektivitas yang dilaporkan dalam uji coba klinis tersebut rata-rata mencapai 70%.

WowKeren - Kabar mengejutkan datang dari vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca. Jika sebelumnya disebutkan jika vaksin AstraZeneca menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi dalam uji klinis, kini sejumlah media melaporkan mengenai data-data yang dipertanyakan mengenai keampuhan vaksin tersebut.

Dikutip dari BBC, Sabtu (28/11), ada tiga tingkat efektivitas yang dilaporkan dalam uji coba klinis keampuhan secara keseluruhan yang mencapai 70%: taraf yang rendah 62% dan taraf yang tinggi 90%. Hasil berbeda itu disebabkan adanya perbedaan dosis yang secara keliru digunakan saat uji klinis.

Beberapa relawan mendapat suntikan berisi vaksin yang kekuatannya setengah dari yang semula dirancang. Akan tetapi dosis "keliru" itulah yang ternyata mencetak tingkat keampuhan tinggi.

Artinya, beberapa isi suntikan yang diberikan kepada relawan muatannya lebih lemah dari yang semula dirancang. Pemberian vaksin untuk setiap relawan sejatinya dilakukan dua kali. Adapun suntikan kedua diberikan sebulan setelah yang pertama, sebagai penguat.


Namun, ketika sebagian besar relawan dalam uji klinis mendapat dosis yang tepat, yakni dua kali suntik, sejumlah relawan lainnya tidak demikian. Pihak regulator telah diberitahu mengenai kekeliruan ini sejak awal dan mereka sepakat bahwa uji klinis bisa berlanjut dan relawan-relawan lainnya dapat diimunisasi.

Sekitar 3.000 relawan diberikan setengah dosis lalu dosis penuh empat pekan kemudian. Perlakuan ini tampaknya memberi perlindungan paling baik atau paling ampuh dalam uji coba sekitar 90%.

Kelompok berikutnya, yang berisi hampir 9.000 relawan, diberikan dua dosis penuh dengan jarak empat pekan. Tingkat keampuhan vaksin pada kelompok ini mencapai 62%.

Dua presentase ini seraya menyebut bahwa secara rata-rata vaksin itu 70% efektif mencegah penyakit COVID-19. 70% itu merupakan hasil hitungan gabungan dari dua studi berbeda yang dilakukan di Inggris dan Brasil. Angka ini tentunya membuat beberapa pakar bingung.

Sehingga, perusahaan AstraZeneca akan menggelar lagi uji klinis global tambahan untuk vaksin corona miliknya tersebut. "Sekarang kami telah menemukan vaksin yang lebih manjur dan yang lebih baik, kami harus memvalidasi ini, jadi kami perlu melakukan studi tambahan," kata Kepala Eksekutif Perusahaan Inggris Pascal Soriot.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts