Iran Tuduh Israel sebagai Dalang di Balik Pembunuhan Ilmuwan Nuklir
Dunia

Ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh, dilaporkan tewas karena tertembak senapan yang dikendalikan dari jarak jauh. Ia merupakan kepala pusat penelitian teknologi dalam program nuklir Iran.

WowKeren - Pejabat tinggi Iran mengatakan ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh tewas dalam operasi kompleks jenis baru. Mereka menyalahkan badan intelijen Israel, Mossad, dan kelompok oposisi atas insiden tersebut.

"Operasi itu sangat kompleks, menggunakan peralatan elektronik dan tidak ada yang hadir di tempat kejadian," kata sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Laksamana Ali Shamkhani, sebagaimana dilansir dari CNN.

Shamkhani menegaskan ada dugaan keterlibatan Mujahidin Rakyat Iran dengan rezim Zionis dan Mossad, merujuk pada Badan Intelijen Israel. "MEK 'pasti' terlibat, bersama dengan 'rezim Zionis dan Mossad'," katanya.

Sebelumnya, laporan terbaru mengungkapkan ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh, tewas karena tertembak senapan yang dikendalikan dari jarak jauh dari sebuah mobil. Diketahui, Fakhrizadeh merupakan kepala pusat penelitian teknologi baru di Garda Revolusi elite dan tokoh terkemuka dalam program nuklir Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan lainnya berjanji untuk membalas dendam atas pembunuhan Mohsen. Ia menuding Israel sebagai pihak yang berada di balik pembunuhan tersebut.


Di sisi lain, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) turut mengikuti kasus pembunuhan Fakhrizadeh. IAEA sebenarnya telah mencurigai Fakhrizadeh sebagai tokoh yang mengawasi pekerjaan rahasia persenjataan Iran, yakni memasang hulu ledak nuklir pada rudal balistik.

Iran sudah berulang kali membantah memiliki program pengembangan senjata semacam itu. Selama ini, sosok Fakhrizadeh memang tak banyak terekspose. Dia bekerja dalam bayang-bayang.

Namun pada 2011, IAEA mengidentifikasi Fakhrizadeh sebagai tersangka kepala AMAD Plan, sebuah proyek rahasia terkait pengembangan senjata nuklir Iran. AMAD Plan diyakini telah dimulai sejak akhir dekade 1980-an.

Proyek rahasia itu diperkirakan dihentikan pada 2003. Namun dalam laporannya pada 2011, IAEA meyakini beberapa pekerjaan terkait terus berlanjut. Fakhrizadeh pun mempertahankan "peran organisasi utama".

Dalam penilaian akhir pada 2015, IAEA mengatakan bahwa upaya pengembangan senjata nuklir tampaknya telah berakhir pada 2009. Fakhrizadeh adalah satu-satunya ilmuwan Iran yang disebutkan dalam laporan tersebut.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts