Anji sempat menjual gitar kesayangannya untuk melakukan gerakan sosial 'Razia Perut lapar'. Kendati begitu, ia merasa kecewa atas kasus korupsi bantuan sosial di masa pandemi COVID-19.
- Lailatul Maghfiroh
- Senin, 07 Desember 2020 - 11:55 WIB
WowKeren - Musisi Anji ikut bereaksi atas kasus korupsi dana bansos Covid-19 yang menyeret Menteri Sosial (Mensos), Julian Batubara. Pria pemilik nama asli Erdian Aji Prihartantoini lantas menyampaikan ulasan terkait hal tersebut lewat salah satu postingan di laman Instagram miliknya.
Dalam unggahannya itu, Anji mengaku tak habis pikir mengapa pejabat tega melakukan korupsi dengan mengambil dana bantuan warga di tengah pandemi. Sehingga banyak masyarakat yang tidak menerima bantuan. Alhasil rakyat yang merasa mampu pun gotong royong untuk membantu warga yang membutuhkan.
Sementara itu, Anji sendiri ikut terjun melakukan kegiatan sosial bersama dengan dr. Tirta. Yang mana biasanya mereka turun langsung ke lapangan dengan para aktivis untuk melakukan "Razia Perut Lapar".
Kendati begitu, Anji mengecam korupsi yang dilakukan oleh Julian Batubara. “Pejabat mantap. Rakyat galang donasi. Rakyat bantu Rakyat. Rakyat bikin gerakan "Razia Perut Lapar". Sementara itu Mensos…,” sindirnya, Minggu (6/12).
Tak hanya itu, Anji juga mempertanyakan sisi kemanusiaan yang harusnya dijunjung tinggi oleh para pejabat. Anji pun menilai apa yang dilakukan oleh koruptor tersebut sangat memalukan.
“Memalukan, ketika pejabat korup dana bansos, sementara banyak gerakan rakyat bantu rakyat. Dimana kemanusiaan?” tulis Anji dalam unggahannya yang lain. Hal ini lantas membuatnya teringat soal menjual gitar kesayangan demi bisa melakukan gerakan Razia Perut Lapar.
“Saya ikhlas menjual gitar-gitar kesayangan demi gerakan #RaziaPerutLapar. Bersama teman-teman dengan pengorbanannya masing-masing, kami bergerak. Kami berharap bisa meresonansi banyak orang melakukan hal sama. Membantu sesama rakyat, minimal di lingkungan terdekat," pungkas Anji. "Karena apa? Karena banyak rakyat yang menderita di masa pandemi yang sampai hari ini belum selesai.”
“Efek sosial ekonomi itu nyata. Kita harus saling bantu, dengan apa yaang kita bisa. Saya mendengar langsung banyak cerita orang-orang yang tidak mendapat bansos sebagaimana mestinya. Asli, kejadian kali ini sangat memalukan,” tandas Anji.
(wk/lail)