Front Pembela Islam (FPI) membeberkan fakta mengejutkan seputar imam besar mereka. Habib Rizieq diklaim telah dimata-matai hingga 24 jam dengan drone. Ini penjelasannya.
- Ruth Meliana
- Selasa, 08 Desember 2020 - 09:40 WIB
WowKeren - Kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi ke Indonesia telah memicu rentetan kasus hingga sekarang. Kasus yang muncul adalah seputar kerumunan massa acaranya di tengah pandemi virus corona, polemik tes swab, hingga yang terbaru adalah bentrokan antaran kepolisian dan pengikut Habib Rizieq.
Bentrokan yang menewaskan 6 pengikut imam besar FPI itu terjadi saat polisi melakukan penyelidikan terkait pemeriksaan Habib Rizieq. Kini, FPI membeberkan fakta baru pasca terjadi penembakan 6 anggotanya oleh pihak kepolisian.
Sekretaris Umum FPI, Munarman mengungkapkan aparat telah mengintai keberadaan Habib Rizieq dalam beberapa hari terakhir. Pengintaian ini dilakukan dengan menggunakan drone hingga 24 jam.
Munarman membongkar fakta ada tiga orang pengintai yang berhasil diketahui identitasnya oleh pihaknya. Pengintai tersebut terus memata-matai keberadaan Habib Rizieq di Megamendung dan Petamburan.
”Memang ada beberapa pengintai di ponpes Habib Rizieq yang ditugaskan oleh institusi resmi negara,” beber Munarman seperti dilansir dari Viva, Senin (7/12). “Yang mengintai 24 jam pakai drone Etc.”
“Kemudian, ada komunikasi dari laskar di Megamendung dengan para pengintai,” sambungnya. “Karena mereka terjebak dengan cara pengintaian mereka sendiri yang tidak profesional.”
Lebih lanjut Munarman membeberkan pengintaian itu sudah dilakukan sejak Habib Rizieq pulang ke Indonesia pada 10 November lalu. Dalam setiap acara yang digelar Rizieq, FPI menyebut selalu ada satu tim pengintai yang terdiri dari 10 orang. Mereka bertugas mengawasi gerak-gerik Rizieq.
”Kita dapat semua data-datanya (pengintai), dan ternyata pengintaian itu bukan hanya di Megamendung, tapi juga di Petamburan sini,” jelas Munarman. “Kami dapatkan foto-foto para pengintai yang di Petamburan dan yang di Sentul.”
”Sejak Habib Rizieq pulang, sudah diintai ketat selama 24 jam. Masing-masing (tim pengintai) 10 orang,” sambungnya. “Satu (tim) di Sentul, satu di Petamburan, dan satu di Megamendung. Jadi kita sudah tahu sebetulnya.”
(wk/lian)