Muhammadiyah rupanya turut menyoroti aksi bentrok yang melibatkan polisi dan anggota Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek pada Senin (7/12) kemarin.
- Nidya Putri
- Selasa, 08 Desember 2020 - 13:30 WIB
WowKeren - Aksi bentrok yang melibatkan polisi dan anggota Front Pembela Islam (FPI) tengah menjadi topik hangat baru-baru ini. Pasalnya, peristiwa tersebut menewaskan 6 orang pengikut Imam Besar FPI Habib Rizieq.
Muhammadiyah pun rupanya turut menyoroti peristiwa itu. Menurutnya, kasus tersebut tidak perlu dibawa keluar dari jalur hukum.
"Itu masalah polisi dengan FPI. Isunya tidak perlu dibawa ke ranah di luar masalah hukum," ujar Sekretaris Umum Muhammadiyah Abdul Mu'ti, Senin (7/12). Terkait FPI yang melaporkan masalah ini ke Komnas HAM, menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu jalan penyelesaian.
Namun, ia menyebutkan jika pihak kepolisian perlu bersikap terbuka dalam merespons berbagai tanggapan masyarakat. "Pihak FPI menyampaikan akan melaporkan ke Komnas HAM. Saya membaca berita, Komnas HAM juga akan membentuk tim investigasi. Itu inisiatif dan jalan penyelesaian yang damai dan elegan," katanya. "Sebaiknya kepolisian bersikap terbuka dan merespons berbagai spekulasi di masyarakat yang menengarai polisi telah melakukan kekerasan."
Lebih lanjut, ia menyebutkan jika masyarakat perlu menyikapi masalah dengan tenang. Serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas. "Kepada masyarakat, khususnya umat Islam, sebaiknya menyikapi masalah dengan tenang dan tidak terprovokasi oleh berita yang belum jelas kebenarannya," pungkasnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyebut adanya penyerangan dari pengikut Habib Rizieq saat polisi melakukan pengintaian di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Polisi mengaku memiliki bukti rekaman CCTV terkait kejadian itu. "(Bukti CCTV) ada, ini kan lagi kita bongkar. CCTV ada beberapa tapi masih dikumpulkan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Senin (7/12).
Tak hanya itu, Yusri juga mengatakan jika pihaknya telah mengantongi rekaman percakapan voice note para pelaku penyerangan kepada anggotanya. Dimana dalam rekaman tersebut menunjukkan jika pelaku telah berniat menyerang petugas.
(wk/nidy)