Pengukuran Terbaru Puncak Everest Bertambah Tinggi, Berapa Meter?
pixabay.com
Dunia

Diketahui selama ini, Tiongkok dan Nepal memiliki pendapat yang berbeda terkait tinggi puncak Everest, apakah termasuk menghitung tutup salju yang ada di sana.

WowKeren - Puncak tertinggi di dunia, Everest, bertambah tinggi dari sebelumnya yang pernah dicatatkan. Hal ini berdasarkan penghitungan terbaru yang dilakukan oleh Nepal dan Tiongkok.

Diketahui selama ini, kedua negara tersebut memiliki pendapat yang berbeda terkait tinggi puncak Everest, apakah termasuk menghitung tutup salju yang ada di sana. Untuk tingginya yang baru ini, terukur 8.848,86 meter (29.032 kaki) atau bertambah 0,86 meter.

Sementara itu berdasarkan pengukuran yang dilakukan oleh Tiongkok sebelumnya tercatat tinggi puncak Everest adalah 8.844,43 meter, yang mana angka ini lebih rendah 4 meter dari hitungan yang dilakukan Nepal. Namun untuk kali ini kedua negara telah sepakat.

Pejabat di kementerian luar negeri Nepal dan departemen survei mengatakan surveyor dari kedua negara telah berkoordinasi untuk menyetujui ketinggian baru. Adapun kesepakatan untuk bersama-sama mengumumkan pengukuran baru titik tertinggi di Bumi dibuat selama kunjungan Presiden China Xi Jinping ke ibu kota Nepal, Kathmandu tahun lalu.


Tiongkok sebelumnya mengatakan jika Everest harus diukur hingga ketinggian bebatuannya. Sedangkan pihak berwenang Nepal berpendapat bahwa salju di atas puncak harus dimasukkan.

Sedangkan ketinggian 8.848 meter yang digunakan Nepal untuk Gunung Everest ditentukan oleh Survey of India pada tahun 1954. baru kali ini negara tersebut melakukan pengukuran mandiri.

"Sebelumnya, kami tidak pernah melakukan pengukuran sendiri," kata Damodar Dhakal, juru bicara di departemen survei Nepal, kepada BBC News. "Sekarang kami memiliki tim muda teknis (yang juga bisa pergi ke puncak Everest), kami bisa melakukannya sendiri."

Sementara itu, para ahli geologi menyatakan jika gempa bumi besar 7,8 magnitudo pada tahun 2015 mungkin berdampak pada ketinggian Gunung Everest. Beberapa ahli geologi mengatakan gempa bumi mungkin telah menyebabkan tutup salju Everest menyusut.

"Gempa tahun 2015 juga menjadi alasan utama mengapa kami mengukur ulang gunung tersebut," kata Dhakal. Kendati demikian, ilmuwan lainnya berpendapat bahwa Gunung Everest, seperti puncak Himalaya lainnya, mungkin benar-benar tumbuh seiring waktu karena pergeseran lempeng tektonik di bawahnya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait