Profesor yang juga merupakan kepala program luar angkasa Israel dari 1981 hingga 2010 itu menyebut bahwa Trump bekerja sama dengan alien dari planet Mars.
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 09 Desember 2020 - 11:32 WIB
WowKeren - Mantan kepala program keamanan luar angkasa Israel, Profesor Haim Eshed, mengklaim Presiden Donald Trump hampir mengungkap bahwa AS diam-diam bekerja dengan alien dari "Galactic Federation" di Planet Mars. Hal itu disampaikan Eshed kepada media Israel.
Dilansir dari Al Arabiya, Eshed yang menjabat sebagai kepala program luar angkasa Israel dari 1981 hingga 2010, menyebut bahwa tidak hanya Pemerintah AS yang menjalin hubungan dengan alien. Namun, alien tersebut juga menasehati Presiden Trump untuk tidak membeberkan keberadaan mereka jika terjadi keadaan yang membuat banyak orang histeris.
"UFO telah meminta untuk tidak mempublikasikan bahwa mereka ada di sini, umat manusia belum siap. Trump hampir mengungkapkannya, tetapi alien di Federasi Galaksi berkata, 'Tunggu, biarkan orang-orang tenang dulu'. Mereka tidak ingin memulai histeria massal. Mereka ingin membuat kita waras dan mengerti terlebih dulu," ujar Eshed.
Tak hanya itu. Eshed bahkan mengklaim kalau astronot Amerika sedang berkoordinasi dengan alien di "pangkalan bawah tanah" di planet Mars. "Mereka (alien) telah menunggu umat manusia untuk berkembang dan mencapai tahap di mana kita secara umum akan memahami apa itu ruang angkasa dan pesawat ruang angkasa," tambahnya.
Eshed menduga alien itu telah menunggu sampai umat manusia menjadi lebih berkembang sebelum mereka mengungkapkan keberadaan mereka.
Dalam keterangannya, Profesor Eshed yakin bahwa sebagian orang tentu meragukan klaimnya. Tetapi ia bersikeras ada kecenderungan yang berkembang untuk menerima keberadaan alien.
"Ke mana pun saya pergi dengan hal ini di dunia akademis, mereka berkata, 'Pria itu telah kehilangan akal sehatnya'. Hari ini mereka sudah berbicara secara berbeda. Saya tidak akan rugi apa-apa. Saya telah menerima gelar dan penghargaan. Saya dihormati di universitas di luar negeri, di mana trennya juga berubah," tambahnya.
Sebagai informasi tambahan, Profesor Eshed sendiri menerima Penghargaan Keamanan Israel tiga kali. Dia awalnya membuat opini untuk kolom "7 Days", edisi akhir pekan harian Israel Yedioth Aharonoth. Namun, tidak ada pemerintah atau program luar angkasa yang mendukung klaim Eshed.
(wk/luth)