Pakar kesehatan dari berbagai wilayah memberi penjelasan soal seberapa besar urgensi menggunakan 2 atau lebih masker sekaligus demi melindungi diri dari COVID-19.
- Elvariza Opita
- Senin, 14 Desember 2020 - 13:31 WIB
WowKeren - Memakai masker merupakan salah satu protokol kesehatan yang mesti dipenuhi setiap orang di masa pandemi COVID-19. Namun baru-baru ini berkembang pertanyaan, apakah perlu untuk memakai lebih dari selapis masker demi mendapatkan perlindungan maksimal?
Dilansir dari CNBC, para pakar menilai pemakaian sampai 2 masker misalnya, dapat membantu mengatasi "kebocoran" udara. Namun sebenarnya dalam kebanyakan kasus langkah ini tidak diperlukan.
Dekan Yale School of Public Health di New Haven, Connecticut, Dr. Steven Vermund menyebut pemakaian dua masker sekaligus bisa dipertimbangkan bagi masyarakat dengan ranah pekerjaan yang banyak bersinggungan dengan umum. Sejauh ini pun tidak ada kerugian klinis yang terjadi dengan memakai masker ganda untuk orang normal.
"Tidak ada bahaya dari penggunaan masker ganda, kecuali jika itu membuat seseorang menjadi sulit bernapas," jelas Vermund, dilansir pada Senin (14/12). "Namun, ini jarang terjadi (kesulitan bernapas) kecuali jika seseorang memiliki keterbatasan pernapasan sebelumnya, seperti memiliki Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) yang parah."
Kendati demikian, Profesor dari Columbia University Mailman School of Public health di New York, Dr. S. Patrick Kachur tetap mengingatkan pemakaian masker dengan bahan lebih dari selapis kain adalah yang terbaik. Karena itulah beberapa waktu lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan masker kain terdiri atas tiga lapis bahan demi memaksimalkan fungsi proteksinya.
Kachur juga tidak menolak gagasan mengenakan dua masker sekaligus. Yang terpenting adalah keduanya dibersihkan secara teratur untuk mengurangi kontaminasi yang mungkin terjadi.
"Jika Anda menggunakan dua lapis masker, pastikan Anda menggantinya dan mencucinya secara berkala," tegas Kachur. Hal senada juga diungkap oleh Pakar Biosekuriti Raina MacIntyre. MacIntyre yang meneliti soal efektivitas masker di University of New South Wales itu mengingatkan orang yang memakai masker ganda juga berpotensi terkena COVID-19.
Namun bukan karena "kebocoran" udara yang dihirup, melainkan dari tangan yang biasanya tergoda untuk mengutak-atik masker terluarnya. Tentu saja kegiatan ini berisiko membuat tangan terkontaminasi virus apalagi jika berada di tempat dengan banyak orang.
Memakai dua atau tiga masker sekaligus juga berpotensi membuat seseorang semakin sulit bernapas. Karena itulah, Dokter Abraar Karan dari Brigham and Women's Hospital merekomendasikan penggunaan masker tunggal berlapis (bahannya tersusun atas 3 lapis) yang pas dan nyaman menutupi hidung serta mulut.
(wk/elva)