Jurnalis Edy Mulyadi Beber Info Mengejutkan, Sebut Tak Ada Baku Tembak Antara Laskar FPI dan Polisi
Nasional

Video reportasenya, yang konon berdasarkan wawancara dengan 2 saksi anonim, menyebabkan Edy Mulyadi turut dipanggil pihak kepolisian meski sampai sekarang belum dipenuhi.

WowKeren - Di tengah kemelut bentrok yang melibatkan laskar Front Pembela Islam (FPI) dan Polda Metro Jaya, sosok jurnalis bernama Edy Mulyadi ikut menyita perhatian. Sebab dalam reportase yang diunggahnya di kanal YouTube "Bang Edy Channel", Edy mengatakan tidak ada baku tembak seperti hasil rekonstruksi pihak kepolisian.

"Jadi kalau polisi mengatakan ada baku tembak, tembak menembak," ujar Edy dalam video itu, dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (15/12). "Sekali lagi, si saksi mata tadi yang tidak ingin ditampilkan nama dan wajahnya, tidak ada tembak-tembakan."

Lebih lanjut, dalam video reportasenya, Edy mengaku sudah mewawancarai dua orang saksi mata di TKP. Sebagai informasi, TKP insiden ini adalah di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Menurut Edy, dua sumber yang enggan disebutkan namanya itu menyatakan tak ada baku tembak di lokasi kejadian. Yang terdengar hanya dua bunyi tembakan yang kemudian menewaskan dua anggota laskar yang tengah mengawal Habib Rizieq Syihab.

"Dia mengatakan bahwa yang menembak adalah polisi," ujar Edy dalam video reportasenya. Lebih lanjut, menurut keterangan saksi, insiden bermula dari polisi yang memepet satu mobil yang ditumpangi keenam laskar.

Rupanya memang sejak Minggu (6/12) sore, banyak polisi yang sudah berjaga di rest area itu. Total ada sekitar 10 polisi, dengan 3 di antaranya adalah mobil resmi patroli yang berjaga.


Sementara saksi ini disebut melihat kejadian penembakan dalam jarak delapan meter. "Nah itu kejadiannya, kalau kata dia, begitu dia tunjuk jarak, saya perkirakan dari posisi dia duduk dengan kejadian sekitar delapan meter," terang Edy.

Saksi pun melihat kedua laskar tewas di tempat, namun polisi menghalangi warga untuk mendekat. Selang 30 menit datang ambulans untuk membawa kedua jenazah, sementara 4 lainnya digiring ke mobil polisi.

"Empat orang lagi masih hidup, satu terpincang-pincang kakinya. Itu dipindahkan dengan mobil lain," ungkap Edy.

Edy pun menilai informasi yang disampaikan pihak kepolisian kurang tepat karena tidak sesuai dengan keterangan saksi. "Ini beberapa kejadian, keterangan, saya sementara ini, ingin menyimpulkan bahwa informasi dari polisi tidak akurat," pungkasnya.

Atas video reportase ini pun Edy dipanggil oleh pihak kepolisian pada Senin (14/12) kemarin. Namun Edy mangkir dengan alasan menghadiri agenda lain.

Sementara itu sosok Edy pun sebelumnya sudah dikenal sebagai koordinator lapangan aksi unjuk rasa menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila. Aksi itu berbuntut panjang usai beberapa massa malah membakar bendera PDI Perjuangan.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait