Menteri BUMN Erick Thohir juga menyatakan bahwa pemerintah ke depannya akan terus melakukan berbagai insiatif untuk meningkatkan kesembuhan dan menekan kematian akibat COVID-19 di Tanah Air.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 16 Desember 2020 - 16:23 WIB
WowKeren - Tingkat kematian akibat virus corona (COVID-19) kini telah menurun drastis dibanding pada masa awal pandemi. Pada April 2020 lalu, tingkat kematian COVID-19 Tanah Air berada di kisaran 8,5 persen, sedangkan pada Desember ini, angka tersebut menurun drastis menjadi 3 persen.
Meski telah menunjukkan penurunan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai tingkat kematian COVID-19 kini masih belum cukup baik. "Saya rasa baik, tetapi belum cukup baik," ujar Erick dalam webinar pada Rabu (16/12) hari ini.
Pasalnya, tingkat kematian COVID-19 di Indonesia masih di atas rata-rata dunia yang berada di angka 2,22 persen. Namun, Erick juga menyatakan bahwa tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Indoensia lebih baik dari angka dunia. Kesembuhan di Indoensia tercatat mencapai 82 persen, sedangkan rata-rata dunia hanya 70,2 persen.
Oleh sebab itu, Erick menyatakan bahwa pemerintah ke depannya akan terus melakukan berbagai insiatif untuk meningkatkan kesembuhan dan menekan kematian akibat COVID-19 di Tanah Air. Di antaranya adalah dengan melakukan Vaksinasi COVID-19 hingga standarisasi obat. "Sekarang Favipiravir, avigan bisa kita buat sendiri di Indonesia," pungkas Erick.
Meski demikian, pemerintah juga akan terus menggalakkan gerakan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak), serta menambah kapasitas rumah sakit. Erick menegaskan bahwa penerapan protokol kesehatan tetap harus dilakukan saat vaksinasi COVID-19 dimulai.
Di sisi lain, Presiden Joko Widodo baru saja mengumumkan bahwa vaksin corona untuk masyarakat Indonesia akan diberikan secara gratis. Oleh sebab itu, Jokowi menyebut tidak ada alasan bagi masyarakat Indonesia untuk tidak mendapat vaksin corona.
"Setelah menerima banyak masukan masyarakat dan melakukan kalkulasi ulang, melakukan perhitungan ulang mengenai keuangan negara, dapat saya sampaikan bahwa vaksin COVID-19 untuk masyarakat adalah gratis," kata Presiden Jokowi lewat YouTube Sekretariat Kepresidenan, Rabu (16/12). "Sekali lagi, gratis, tidak dikenakan biaya sama sekali."
Keputusan ini diduga karena banyaknya desakan agar menggratiskan vaksin COVID-19 untuk masyarakat. Pasalnya, sejumlah negara telah menggratiskan vaksinnya sedangkan Indonesia menyediakan dua skema vaksinasi COVID-19, yakni gratis dan berbayar.
(wk/Bert)