Pengakuan Laskar FPI yang Ikut  Rombongan Habib Rizieq Saat Bentrok   Dengan Polisi
Nasional

Laskar yang disebut sebagai X itu menceritakan bahwa pada hari itu dirinya dan anggota lainnya ditugaskan untuk mengawal Habib Rizieq yang memiliki jadwal pengajian di suatu tempat.

WowKeren - Bentrok FPI dengan polisi di Tol Jakarta-Cikampek pada Senin (7/12) dini hari lalu membuat enam orang laskar tewas tertembak. Seorang laskar FPI yang ikut dalam rombongan mengawal Habib Rizieq saat bentrokan tersebut pun memberikan kesaksiannya.

Laskar yang identitasnya disembunyikan tersebut mengungkapkan kesaksian dalam tayangan "Mata Najwa" edisi Rabu (16/12). Laskar yang disebut sebagai X itu menceritakan bahwa pada hari itu dirinya dan anggota lainnya ditugaskan untuk mengawal Habib Rizieq yang memiliki jadwal pengajian di suatu tempat.

X mendapat informasi dari temannya bahwa sudah ada tiga mobil mencurigakan yang berada di lokasi titik awal keberangkatan Habib Rizieq di Sentul. Mobil mencurigakan tersebut mengikuti kala rombongan Habib Rizieq dan pengawalnya keluar dari kompleks Sentul.

"Di situ ada mobil yang dicurigai itu dengan spontan menyalakan mobilnya. Itu ada satu mobil pertama jalan, kita curiga," tutur X dikutip pada Kamis (17/12). "Enggak lama, satu mobil lagi langsung respons menyalakan lagi, langusng mau ke barisan rombongan Imam Besar mendekat ke Habibana."

Karena merasa khawatir, X pun menghampiri mobil yang mencurigakan tersebut dan menjauhi mobil yang ditumpangi Habib Rizieq. Mobil yang mencurigakan tersebut kembali muncul kala rombongan hendak keluar di pintu tol Karawang Timur.


Para pengawal Habib Rizieq lantas dengan sengaja melambatkan laju mobilnya sehingga kendaraan mencurigakan tersebut masuk ke barisan. Setelah itu, para pengawal mengambil rute yang berbeda sehingga mobil mencurigakan tersebut tidak bisa mengikuti Habib Rizieq.

Setelah mobil pengintai tersebut mengikuti kendaraan laskar FPI, mereka berputar-putar di daerah Karawang menuju pintu tol Karawang Barat. Tiga mobil pengintai disebut sempat menghalangi kendaraan yang ditumpangi X.

Sedangkan mobil yang berisi enam laskar FPI yang tewas tertembak itu sedianya berada di depan kendaraan yang ditumpangi X. Namun kendaraan X melewati mobil Chevrolet yang terhalang oleh truk pengangkut mobil baru dan kembali ke jalan tol. Saat menghubungi pihak yang ada di mobil Chevrolet, X mengaku sempat mendengar suara kegaduhan dan melambatkan lajunya.

Namun karena posisi mereka berada di jalan tol, mobil yang ditumpangi X tidak bisa memutar balik. Keenam anggota yang menumpangi Chevrolet tersebut juga tidak bisa ditelepon ulang.

"Dan soal tuduhan kepemilikan senjata tajam dan senjata api itu enggak ada di kita. Dan untuk baku tembak di tol enggak ada," ungkap X. "Di FPI itu enggak ada, bukan punya kita dan itu fitnah. dan kita enggak pernah punya seperti itu. dan provokasi itu bukan dari kami."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait