Satgas Izinkan Ibu Positif Corona Kontak Dengan Bayi, Begini Protokol Kesehatannya
Health
COVID-19 di Indonesia

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memperbolehkan ibu positif virus corona untuk berkontak dengan sang bayi. Meski demikian, hal itu harus sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Apa saja?

WowKeren - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 rupanya memperbolehkan ibu yang positif terinfeksi virus corona untuk tetap menjalin kontak fisik dengan bayinya. Hal ini disampaikan dalam laman resmi edukasi Satgas COVID-19 Nasional.

Dalam laman ini, dijelaskan kontak fisik ini diperbolehkan jika berkaitan dengan hal urgensi yang menyangkut kehidupan sang bayi. Hal urgensi yang dimaksud adalah kebutuhan bayi untuk mengkonsumsi air susu ibu atau ASI.

Satgas COVID-19 menegaskan jika kebutuhan ASI memang sangat penting dilakukan setelah bayi lahir. "Anak sebaiknya mendapatkan ASI segera setelah dilahirkan (Inisiasi Menyusu Dini)," tertulis dalam artikel yang diunggah Satgas COVID-19, seperti dilansir dari CNNIndonesia pada Rabu (16/12).

Meski demikian, kontak fisik antara ibu dan bayi itu tetap harus memperhatikan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Penerapan protokol ini sangat penting dilakukan agar tidak menularkan virus corona yang membahayakan nyawa si kecil.

Berikut merupakan protokol kesehatan saat ibu positif COVID-19 menjalin kontak fisik dengan bayinya:



1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah berkontak fisik dengan bayi

2. Menjaga kebersihan permukaan benda-benda yang ada di sekitar

3. Mengenakan masker medis selama berkontak fisik dengan bayi

Panduan dari Satgas COVID-19 itu juga sesuai dengan anjuran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO menegaskan jika ibu yang baru melahirkan di masa pandemi virus corona tetap harus didukung untuk menyusui sang bayi dengan aman.

Lebih lanjut WHO juga mendorong agar kontak fisik (skin-to-skin) antara ibu dan anak tetap dilakukan untuk meningkatkan proses pendekatan. Seorang ibu juga disarankan berbagi ruang dengan si kecil atau tinggal di satu kamar yang sama.

Tak hanya masalah ini, WHO juga telah menjawab pertanyaan apakah ibu yang terinfeksi COVID-19 harus melahirkan bayinya dengan operasi caesar. Dalam laman resmi WHO, disebutkan tidak ada kaitan antara virus corona dengan anjuran operasi caesar. "Cara kelahiran harus bersifat individual dan berdasarkan preferensi wanita di samping indikasi kebidanan." tertulis di laman resmi WHO.

(wk/lian)


You can share this post!


Related Posts