Mutasi Virus Corona di Inggris Gegerkan Eropa, Bagaimana dengan Indonesia?
iStoc/Getty Images/selvanegra
Nasional

Pemantauan virus di Indonesia belum sampai ke tahap ini. Pasalnya, RI sendiri masih belum memiliki surveillans untuk mengukur maupun memeriksa genomik virus.

WowKeren - Temuan mutasi dari virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 di Inggris telah menghebohkan seantero Eropa. Tak hanya Belanda, sejumlah negara Eropa lain juga menerapkan larangan semua penerbangan penumpang dari Inggris menyusul temuan tersebut.

Penyebaran virus mutasi ini sangat cepat terjadi di bagian selatan. Namun, apakah mutasi serupa bisa terjadi di Indonesia?

Pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono buka suara mengenai hal ini. Menurutnya, mungkin saja ada mutasi atau varian baru virus corona SARS-CoV2 (Covid-19) di Tanah Air. Bukan tanpa alasan, virus corona termasuk jenis RNA yang mudah bermutasi.

"Jadi, kalau tidak bermutasi maka saya heran karena virus RNA pasti selalu bermutasi di mana saja," kata Pandu dilansir Republika, Senin (21/12). "Termasuk Indonesia. Hanya saja bedanya jumlahnya banyak atau sedikit?"


Lebih jauh, ia menyebut jika pemantauan virus di Indonesia belum sampai ke tahap ini. Sebab, RI masih belum memiliki surveillans untuk mengukur maupun memeriksa genomik virus. Oleh sebab itu, Indonesia perlu membentuk sistem surveillans genomik virus. Namun meski demikian, hal ini bukan menjadi prioritas Indonesia saat ini.

"Tetapi apakah menjadi hal utama? Belum tentu karena prioritas kita kan masih lain," ujarnya melanjutkan. "Prioritas kita masih diagnostik polymerase chain reaction (PCR) untuk memotong rantai penularan, bukan mengenali genomik atau jenis virus."

Kendati demikian, ia mengakui jika mengenali genomik virus cukup penting. Sebab, secara tidak langsung bisa bermanfaat untuk pengetahuan yang berguna bagi kesehatan masyarakat. "Tetapi tidak terlalu penting untuk public health," katanya.

Diketahui, sejumlah negara di Eropa telah melakukan antisipasi terkait temuan virus corona terbaru di Inggris yang menyebar sangat cepat. Selain Inggris sendiri kembali mengetatkan lockdown, Prancis juga menangguhkan semua perjalanan, termasuk truk barang, dari Inggris selama 48 jam terhitung sejak Minggu. Sementara itu, pemerintah Irlandia mengumumkan bahwa penerbangan dari Inggris akan dilarang selama setidaknya 48 jam sejak Minggu tengah malam.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait