Perusahaan farmasi Pfizer dan Moderna melakukan uji coba pada vaksin buatan mereka untuk melihat apakah vaksin tersebut manjur melawan mutasi COVID-19 asal Inggris yang tengah menjadi sorotan beberapa waktu terakhir.
- Nidya Putri
- Selasa, 22 Desember 2020 - 15:45 WIB
WowKeren - Mutasi virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 yang ditemukan di Inggris beberapa waktu lalu membuat gempar benua Eropa. Pasalnya, sejumlah negara di Eropa dan Asia memutuskan untuk memberhentikan dan melarang penerbangan menuju Inggris.
Bahkan kabarnya mutasi virus corona ini memicu kekhawatiran publik bahwa vaksin yang sedang dikembangkan di banyak negara menjadi tidak efektif. Oleh karena itu, perusahaan farmasi Pfizer dan Moderna melakukan uji coba pada vaksin buatan mereka untuk melihat apakah vaksin itu juga manjur melawan mutasi COVID-19 asal Inggris.
"Berdasarkan data hingga saat ini, kami mengharapkan kekebalan yang diinduksi vaksin Moderna akan melindungi terhadap varian yang baru-baru ini digambarkan di Inggris," demikian pernyataan pihak Moderna dilansir dari CNN, Selasa (22/12). "Kami akan melakukan tes tambahan dalam beberapa pekan ke depan untuk mengonfirmasi ekspektasi ini."
Dalam pernyataan terpisah, Pfizer menyatakan pihaknya sekarang tengah 'menghasilkan data' soal seberapa baik sampel darah dari orang-orang yang diimunisasi dengan vaksin Corona buatannya 'mungkin dapat menetralkan strain baru dari Inggris'.
Seperti yang telah diketahui, virus corona telah bermutasi sebelumnya dan kedua perusahaan itu menyatakan pihaknya mendapati vaksin buatan mereka mampu bekerja melawan variasi-variasi lainnya dari virus Corona. Beberapa peneliti yang memeriksa genom varian Corona di Inggris menuturkan kepada CNN bahwa mereka memiliki kekhawatiran bahwa mutasi varian ini mungkin agak mengurangi keefektifan vaksin.
"Anda dapat membayangkan sejumlah dampak kecil terhadap kemanjuran vaksin, yang tidak akan baik, tapi saya pikir itu tidak akan merusak vaksin," sebut Associate Professor untuk Divisi Vaksin dan Penyakit Menular pada Pusat Penelitian Kanker Hutchinson, Trevor Bedford.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, melaporkan kepada para anggota dewan di Majelis Rendah bahwa sedikitnya 60 pemerintah daerah telah mencatat infeksi yang disebabkan oleh varian baru itu. Namun demikian, Hancock menyatakan sejauh ini belum ada bukti kuat yang menunjukkan varian baru Corona ini bisa memicu penyakit lebih parah atau membuat vaksin tidak lagi manjur.
(wk/nidy)