Menurut Ridwan Kamil, kemungkinan tokoh di Jawa Barat yang akan mengikuti vaksinasi sebagaimana Presiden Joko Widodo adalah Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 29 Desember 2020 - 12:15 WIB
WowKeren - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil diketahui menjadi salah satu relawan uji klinis tahap III vaksin virus corona buatan Sinovac di Bandung. Oleh sebab itu, Ridwan Kamil tidak diizinkan untuk mendapat vaksinasi lagi.
"Saya tidak diizinkan disuntik vaksin lagi," ungkap Ridwan Kamil, dilansir Kumparan pada Selasa (29/12). "Karena nanti akan tercampur dengan vaksin yang diuji cobakan di Bio Farma."
Menurut Ridwan Kamil, kemungkinan tokoh di Jabar yang akan mengikuti vaksinasi sebagaimana Presiden Joko Widodo adalah Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum. "Kemungkinan tokoh Jabar yang mengikuti teladan Pak Presiden kemungkinan dari Pak Wakil Gubernur dan pejabat lain yang akan ditentukan baru kemudian lain-lain mengikuti," kata Ridwan Kamil.
Sebelumnya, Presiden Jokowi telah menyatakan dengan tegas dirinya siap menjadi orang pertama yang akan disuntik vaksin COVID-19 begitu telah diedarkan. Namun, Jokowi akan menunggu keputusan resmi dari tim kesehatan siapa yang akan menerima vaksin virus corona pertama. Jika tim kesehatan meminta presiden menjadi penerima vaksin COVID-19 pertama sebelum masyarakat, maka Jokowi mengaku siap.
"Ya kalau saya, nanti diputuskan bahwa (yang) pertama disuntik Presiden, ya saya siap," tegas Jokowi dalam tayangan wawancara khusus bertajuk "Jokowi Dikepung Kritik" seperti dilansir dari Kompas pada 16 November 2020 lalu. "Terserah tim. Kalau tim sampaikan Presiden yang pertama yang disuntik ya saya siap."
Sementara itu, Pemprov Jabar sendiri telah menyiapkan 1.000 Puskesmas dan 90 Rumah Sakit untuk melaksanakan vaksinasi COVID-19. Menurut Ridwan Kamil, jenis vaksin yang akan digunakan terbagi dua, yakni vaksin yang dibeli langsung dan vaksin Sinovac.
Ridwan Kamil mengatakan bahwa Pemprov Jabar membutuhkan minimal 67 juta dosis vaksin COVID-19 untuk menyuntik seluruh warganya. "Kemudian juga terkait vaksin kita sudah menghitung minimal Jabar membutuhkan 67 juta dosis vaksin," pungkas Ridwan Kamil.
(wk/Bert)