Helsi Herlinda membagikan cerita soal sepak terjangnya di dunia akting industri sinetron Indonesia. Helsi mengungkapkan tanggapan soal imej antagonis yang sudah melekat padanya.
- Amelia Nur Fatimah
- Selasa, 29 Desember 2020 - 14:54 WIB
WowKeren - Wajah Helsi Herlinda sering menghiasi layar kaca di sejumlah judul sinetron. Helsi pun tampak selalu konsisten memerankan tokoh-tokoh dengan karakter antagonis. Tapi ternyata di awal kariernya Helsi mebintangi sebuah iklan sebagai sosok seorang ibu yang baik dan pintar.
Helsi mengutarakan kali pertama mendalami peran antagonis sejak tahun 2004 lewat sinetron "Bawang Merang Bawang Putih". Kala itu, "Bawang Merah Bawang Putih" menjadi salah satu hits.
"Kalau untuk awal antagonis hits-nya Bawang Merah Bawang Putih, padahal aku itu awalnya model iklan ibu yang smart yang baik. Terus tahun 2004 ke 2006, sampai sekarang ya udah 16 tahun masih antagonis juga," ujar Helsi ditemui di Studio Trans TV, Selasa (29/12), dilansir dari Insertlive.com.
Helsi mengaku sudah berpengalaman memerankan tokoh antagonis selama 16 tahun. Bahkan Helsi menyebut jika dirinya mendapat predikan sebagai ibu mertua terkejam.
"Tahu nggak, aku itu sampai dapat predikat ibu mertua terkejam di dunia. Aku tahu dari sahabat aku datang dari luar kota terus dia cerita katanya aku dapat predikat itu. Makanya aku ngerasa oh ini apresiasi para penonton sama akting aku," ungkapnya lawan main Nia ramadhani dalam sinetron "Bawang Merah Bawang Putig" tersebut.
Walau selalu mendapat peran antagonis, tak jarang Helsi juga kebagian peran protagonis. Namun, antusiasme penonton cenderung menanjak ketika melihat Helsi menjadi sosok antagonis ketimbang menjadi protagonis.
"Protagonis udah tapi misalnya aku harus kena azab dulu, terus gimana-gimana dulu baru jadi protagonis. Terus pernah juga dapat protagonis tapi nggak tayang-tayang sampai beberapa bulan dan pas dicek ternyata tayangnya jam 12 malam. Berarti penonton sukanya lihat aku antagonis bukan protagonis," beber Helsi.
Meski begitu, Helsi mengaku dirinya bukanlah sosok ibu yang kejam ketika berada di rumah. Menurut Helsi, berperan sebagai tokoh antagonis yang berbeda jauh dari karakternya merupakan sebuah tantangan seru.
"Aku bukan ibu yang galak, aku mau jadi ibu dan sahabat yang dekat denganku. Aku udah marah-marah di lokasi syuting masa di rumah marah-marah lagi kan capek. Intinya kan gini, kalau aku ngerjain sesuatu yang berbeda-beda itu buat aku nyaman kaya sesuatu yang nggak bisa aku lakuin di kehidupan nyata tapi bisa di lokasi syuting itu kan sesuatu hal yang seru dan tantangan," tutupnya.
(wk/amel)