BPOM Ungkap Vaksin Corona Sinovac Juga Tengah Diuji Untuk Lansia
Nasional
Vaksin COVID-19

Apabila hasil uji klinis tersebut menunjukkan vaksin aman dan ampuh melawan COVID-19 di kelompok lansia, maka vaksin Sinovac juga akan diberikan kepada lansia di Indonesia.

WowKeren - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membuka kemungkinan vaksin COVID-19 buatan Sinovac bisa diberikan kepada kelompok lanjut usia (lansia). Menurut Kepala BPOM Penny Lukito, produsen Sinovac Tiongkok kini tengah melakukan uji klinis vaksin corona fase II terhadap lansia.

Apabila hasil uji klinis tersebut menunjukkan vaksin aman dan ampuh melawan COVID-19 di kelompok lansia, maka vaksin Sinovac juga akan diberikan kepada lansia di Indonesia. "Ini masalah data uji klinik, tentunya nanti bisa diberikan ke lansia," tutur Penny pada Rabu (30/12).

Penny menjelaskan bahwa uji klinis vaksin Sinovac terhadap lansia tengah berlangsung di Brasil dan Tiongkok. Namun BPOM sendiri masih belum mendapat data terkait perkembangan uji klinis terhadap lansia tersebut.

"Sebetulnya Sinovac sedang melakukan uji klinis fase II untuk lansia, jadi kami nunggu data tersebut," papar Penny. "Kalau sudah ada datanya kami akan analisa terkait efikasi dan keamanannya."


Untuk sementara itu, vaksin corona Sinovac baru akan diberikan kepada kelompok usia 18 hingga 59 tahun. Pasalnya, uji klinis fase III di kelompok usia 18-59 tahun dinyatakan aman dan efektif melawan virus corona.

BPOM sendiri masih menunggu laporan tiga bulanan terkait masa penyuntikkan dosis kedua dari tim peneliti uji klinis vaksin Sinovac di Bandung. Izin penggunaan darurat alias EUA baru akan diterbitkan BPOM usai menerima laporan tersebut.

Sementara itu, Penny telah menyatakan bahwa uji klinis tahap I dan II vaksin Sinovac menunjukkan data-data yang baik. Vaksin Sinovac disebut tidak menyebabkan efek samping yang serius.

Penny juga sempat mengungkapkan bahwa hasil uji klinis di Turki menunjukkan efikasi vaksin Sinovac mencapai 91,25 persen. Sebagai informasi, efikasi adalah kemampuan vaksin untuk memberikan manfaat bagi individu yang diberi imunisasi. Menurut Penny, data-data yang ada telah konsisten dengan data di Indonesia.

(wk/Bert)


You can share this post!

Related Posts