2 Terduga Teroris yang Ditembak Mati di Makassar Disebut Terlibat Bom Gereja Filipina
Nasional

Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono, mengungkapkan bahwa mereka juga diduga turut membantu buronan Andi Baso yang beraksi dengan mengebom Gereja Oikumene, Samarinda beberapa tahun lalu.

WowKeren - Dua terduga teroris anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) tewas tertembak oleh Densus 88 Antiteror di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Keduanya digerebek di Villa Mutiara, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Makassar pada Rabu (6/1) sekitar pukul 06.00 WIB.

Dua orang ini diduga terlibat dalam pengeboman gereja di Jolo, Filipina, pada 2019 lalu. "Saat dilakukan penangkapan kedua pelaku melakukan perlawanan dengan masing2 menggunakan senjata tajam jenis parang dan senapan angin jenis PCP," tutur Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramdhan dalam keterangannya.

Menurut Rhamdan, keduanya diduga telah menyatakan baiat kepada ISIS di tahun 2015 silam. "Kedua tersangka bersama dengan jaringannya yang terpusat di Villa Mutiara merupakan jaringan JAD bersama dengan ratusan jamaah lainnya menyatakan baiat kepada kilafah atau ISIS pada tahun 2015 di Ponpes Aridho Pimpinan Ustaz Basri," ungkap Ramdhan.

Ramdhan menjelaskan bahwa Basri telah meninggal dunia di Nusakambangan dalam kasus teror. Sedangkan dua terduga teroris yang tertangkap di Makassar ini terlibat kajian pendukung daulah.


"Adakan kajian khusus pendukung daulah di Villa Mutiara dan Yayasan Aridho," ujar Ramdhan. "Terlibat dalam pengiriman dana kepada pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Jolo, Filipina."

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono, mengungkapkan bahwa mereka juga diduga turut membantu buronan Andi Baso yang beraksi dengan mengebom Gereja Oikumene, Samarinda beberapa tahun lalu. Diketahui, aksi bom tersebut merupakan ulah jaringan teror JAD.

Kedua tersangka juga disebut mulai rutin melakukan latihan menembak sejak tahun lalu. "Mulai bulan Oktober 2020 secara rutin lakukan latihan menembak dan naik gunung (idad)," kata Argo.

Sebagai informasi, bom bunuh diri terjadi di Gereja Katedral Our Lady of Mount Carmel di Jolo, Sulu, Filipina, pada 27 Januari 2019 lalu. Insiden tersebut menewaskan 23 orang yang mayoritas merupakan jemaat gereja, dan melukai 102 orang lainnya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait