Saat hadir dalam acara 'Mata Najwa' pada Rabu (6/1) malam kemarin, Menkes Budi Gunadi Sadikin memaparkan bahwa pemerintah akan membuka opsi penggratisan tes swab PCR. Simak pernyataan lengkapnya berikut ini.
- Eva Lestari
- Kamis, 07 Januari 2021 - 11:50 WIB
WowKeren - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin hadir dalam episode terbaru "Mata Najwa" yang tayang pada Rabu (6/1) malam kemarin. Dalam kesempatan ini dia membahas kemungkinan digratiskannya tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengendalikan penyebaran virus Corona.
Awalnya Menkes Budi berbicara tentang alasannya menerima tawaran menjadi Menteri Kesehatan yang baru menggantikan Terawan Agus Putranto. "Saya ditugasi Bapak Presiden, kaget juga terus terang. Tapi saya merasa ini amanah yang diberikan udah jalan dari Atas, saya akan lakukan sebaik-baiknya Insyaallah," ujar Menkes Budi dalam acara "Mata Najwa" pada Rabu (6/1).
Menkes Budi kemudian menjelaskan bahwa pihaknya akan memberlakukan tes swab antigen sebagai syarat perjalanan. Mantan Direktur Utama PT Inalum ini juga akan mengeluarkan peraturan tersebut dalam waktu dekat.
"Sekarang kami baru mengeluarkan rencana akan segera mengeluarkan Kepmenkes penggunaan swab antigen. Karena secara WHO juga sudah resmi, accuracy-nya juga cukup baik. Memang tidak sebagus PCR dan bisa dilakukan dengan jauh lebih murah dan jauh lebih cepat untuk metode screening. Jadi kita harapkan dengan adanya swab antigen ini resmi aturannya bisa menekan harga," terangnya.
Di samping itu, ia juga menyatakan jika Kemenkes saat ini tengah menghitung anggaran untuk memberi opsi tes swab PCR gratis. Jika terealisasi, opsi ini akan sangat membantu karena selama ini tes swab PCR dikenal sangat mahal.
"Saya memiliki rencana walaupun harus dihitung dulu anggarannya, untuk test PCR yang sesuai dengan strategi kesehatan untuk flattening the curve itu kita coba hitung apakah bisa ditanggung oleh negara atau tidak," jelasnya.
Dia menambahkan, "Karena kalau memang dibutuhkan untuk flattening the curve agar turun penyebarannya, itu memang strategi negara untuk memastikan itu. Ya itu yang akan kita lakukan."
Kendati demikian, tidak semua masyarakat akan mendapat layanan ini sebab penggratisan biayanya diprioritaskan untuk warga yang dikategorikan sebagai suspek. "Orang yang disuspek itu yang harus di-PCR. Kemudian kalau ada yang positif, semua kerabat dekatnya itu yang harus di-PCR supaya nanti ada tindak lanjutnya," pungkas Menkes Budi.
(wk/eval)