Kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan Kemensos Herman Koswara mengungkapkan menjawab persoalan 2 tunawisma yang ditemukan Mensos Tri Rismaharini saat blusukan di Jalan Sudirman dan Thamrin.
- Nidya Putri
- Kamis, 07 Januari 2021 - 12:55 WIB
WowKeren - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memang kerap melakukan blusukan di DKI Jakarta beberapa waktu terakhir. Bahkan blusukan Risma ini sempat menjadi sorotan usai bertemu dengan tunawisma yang berada di Jalan Sudirman dan Thamrin.
Pasalnya, banyak warga DKI mengaku jarang melihat ada gelandangan di kawasan itu sehingga mempertanyakan kebenarannya. Menanggapi hal ini, Kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan Kementerian Sosial (Kemensos) Herman Koswara pun menyebutkan jika 2 tunawisma tersebut saat ini sedang melatih keterampilan kerja di Balai Rehabilitas Sosial eks Gelandangan dan Pengemis (BRSEG) Pangudi Luhur, Bekasi.
"Iya mereka di balai, kalau mau lihat di balai silakan ke Pangudi Luhur di Bekasi," kata Herman dilansir CNNIndonesia, Kamis (7/1). Dua tunawisma tersebut, kata Herman, disebut sebagai Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).
Termasuk dalam kelompok PPKS ini adalah pengemis, pemulung, anak jalanan, dan orang yang tidak mampu menafkahi hidupnya. "Mereka itu PPKS, satu namanya pak Faisal dan satu lagi pak Kastubi, kalau pak Faisal bukan warga DKI Jakarta, pak Kastubi lupa orang mana," ujarnya.
Ia juga menanggapi pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria yang mengatakan baru mengetahui ada tunawisma di Sudirman-Thamrin. Menurut Herman, temuan Kemensos di Thamrin secara faktual memang masih mendapati beberapa orang tunawisma. "Kita mendapati temuannya seperti itu, memang faktanya seperti itu," tuturnya.
Sebelumnya diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memerintahkan Dinsos DKI untuk mengecek identitas tunawisma yang dijumpai Risma. "Kami, saya, Pak Gubernur memerintahkan langsung Kadinsos untuk mengecek siapa orangnya, kenapa ada di situ. Setahu kami jalan ke Jalan Sudirman-Thamrin itu cukup jauh," ungkap Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Rabu (6/1).
"Kalau ada di pinggiran-pinggiran, ada betul. Kalau ada di kolong jembatan, betul masih ada," sambungnya. "Di seluruh Indonesia, di kota, ada orang yang belum memiliki rumah, mencari tempat berteduh tinggal di tempat yang paling baik dan paling enak, di antaranya tempat yang paling enak bagi tunawisma adalah di kolong jembatan, kalau kita ke kota-kota di seluruh Indonesia bahkan, mana mungkin, di negara lain juga ada tunawisma yang memang tinggal berteduh di kolong-kolong jembatan."
(wk/nidy)