Sehubungan dengan diberlakukannya pembatasan Jawa-Bali mulai 11 Januari mendatang, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ogah membicarakan dampaknya pada perekonomian masyarakat. Simak penuturan lengkapnya berikut.
- Eva Lestari
- Jumat, 08 Januari 2021 - 11:07 WIB
WowKeren - Seiring dengan lonjakan kasus COVID-19 usai libur Nataru, pemerintah memutuskan untuk menarik rem darurat dengan kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau yang kini disebut dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kebijakan ini akan diberlakukan di kawasan Jawa-Bali selama 11-25 Januari mendatang.
Tidak dapat dipungkiri bahwa kebijakan ini membuat banyak pihak khawatir, terutama karena dampaknya di bidang ekonomi. Menanggapi kekhawatiran tersebut, Gubernur Jawa Tengah yakni Ganjar Pranowo meminta agar semua pihak lebih memprioritaskan sektor kesehatan alih-alih ekonomi.
Awalnya Ganjar membahas seperti apa kesiapan pemerintah Jawa Tengah dalam menyambut pelaksanaan PPKM. "Sebenarnya kita tinggal memetakan ulang terus kemudian setelah hasil keputusan rapat dengan Presiden, kita sepakat seluruh gubernur untuk melakukan pengetatan," ujar Ganjar dalam jumpa pers daring yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia pada Kamis (7/1).
"Sebenarnya tidak terlalu sulit, tinggal peta dibuka, diterapkan dengan mikrozonasi terus kemudian tadi tidak dilarang tapi diketatkan. Maka edukasi kepada masyarakat serta operasi justisi ini berjalannya paralel," imbuhnya.
Lebih lanjut, Ganjar ogah membahas dampak PPKM terhadap sektor ekonomi di Jawa Tengah, sebab menurutnya prioritas pemerintah saat ini adalah kesehatan dan keselamatan masyarakat. Maka dari itu, ia meminta masyarakat untuk belajar ikhlas terhadap jumlah rezeki yang didapat.
"Kalau kondisinya sudah seperti sekarang ini jangan ngomong dampak ekonomi. Kita mesti ambil skenario prioritas, karena mau jalan kedua-duanya sulit. Yang bisa adalah paling-paling kalau hari ini kamu kerja mendapatkan untung 100 ribu, mungkin hanya 20 ribu dan kamu harus ikhlas. Harus ikhlas sekali lagi," tegasnya.
Ia menambahkan, "Kalau kemudian kita bicaranya ini COVID bisa kita tekan ya terus ekonominya tinggi, terlalu ideal dalam konteks hari ini. Seolah-olah nanti pembatasan kita lakukan tapi ekonominya bebas. Itu adalah sesuatu yang tidak mungkin."
Maka dari itu, Ganjar lebih memilih untuk memberitahu masyarakat kondisi yang sebenarnya daripada memberi harapan palsu kepada mereka. "Jadi misalnya 'Pariwisata mohon maaf ya, Anda akan rugi', itu kita akan omongkan. Kita jangan tipu-tipu lagi, sebab kalau kemudian 'Tenang ya, Anda masih akan' itu tidak mungkin," jelasnya.
Di samping itu, Ganjar menegaskan bahwa pihaknya akan membatasi kegiatan di berbagai tempat umum dan mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Jika kebijakan ini dipatuhi dengan disiplin, politikus PDIP ini optimis bisa mendapatkan hasil yang baik.
(wk/eval)