Kata Korban Bom Bali Soal Abu Bakar Ba'asyir yang Bebas Murni Hari Ini
Nasional

Abu Bakar Ba'asyir telah dijemput oleh keluarganya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas llA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (8/1) hari ini.

WowKeren - Narapidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir telah dinyatakan bebas murni pada Jumat (8/1) hari ini. Ba'asyir dijemput oleh keluarganya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas llA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan langsung menuju ke Ngruki, Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Diketahui, Ba'asyir dianggap sebagai pemimpin spiritual Jemaah Islamiah (JI), sebuah kelompok yang terinspirasi al-Qaeda dan melakukan serangan bom di Bali pada 2002 hingga menewaskan 202 orang. Oleh sebab itu, korban Bom Bali mengaku was-was atas kabar bebasnya pria yang telah berusia 82 tahun tersbeut.

Sekretaris Paguyuban Korban Bom Bali, Theolina Marpaung, mengaku pasrah dengan pembebasan Ba'asyir. Namun Theolina mengaku turut berdoa agar Ba'asyir menjadi individu yang lebih baik pasca dibebaskan dari penjara.

"Sebagai masyarakat saya sedikit was-was dengan keluarnya beliau karena apa yang dia lakukan sebelumnya," ungkap Theolina dilansir BBC Indonesia pada Jumat. "Rasa was-was itu juga tidak bisa saya pendam terus. Saya bawa juga dalam doa, semoga beliau menjadi lebih baik lagi."


Theolina pun berharap agar Ba'asyir dan semua pelaku Bom Bali yang telah keluar dari penjara tetap mendapat pengawasan. Theolina juga menegaskan bahwa dirinya berupaya memaafkan Ba'asyir meski mendapat luka akibat Bom Bali.

"Saya sendiri sudah berjanji dalam iman saya sejak 2002. Waktu itu kedua mata saya sakit sekali, begitu juga wajah saya. Saya sudah memakai pain killer, tetapi tidak sembuh-sembuh. Saya kemudian berdoa kepada Tuhan agar supaya sakitnya diambil. Saya bernadzar kalau Tuhan mencabut rasa sakit ini, saya akan lakukan apapun yang Tuhan perintahkan," jelas Theolina. "Jadi, walaupun bagi orang lain sulit memaafkan, saya akan berusaha (memaafkan) karena saya sudah berjanji."

Sementara itu, Garil Arnandha yang ayahnya menjadi salah satu korban jiwa ledakan Bom Bali pada 2002 silam juga berharap Ba'asyir tetap mendapat pengawasan pasca bebas dari penjara. "Saya berharap pemerintah harus benar-benar mengawasi dengan penuh segala kegiatan beliau agar menjaga keamanan negara," tutur Garil.

Sejatinya, Garil tak setuju Ba'asyir dibebaskan dari penjara. Pasalnya, ia menilai Ba'asyir masih sangat berbahaya dan berpotensi akan menghidupkan terorisme di Indonesia.

"Bahkan semenjak dipenjara pun dia menolak mengikuti program deradikalisasi dari pemerintah," jelasnya. "Dan pada tahun 2019 ketika akan dibebaskan dengan program pembebasan bersyarat dia menolak karena enggan menandatangani dokumen setia Pancasila dan NKRI."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts