Ada Nakes Alami Pusing Setelah Divaksin, Ini Penjelasan Dokter
Nasional
Vaksin COVID-19

Kepala Bidang Medik RSUD Kota Bogor dokter Sari Chandrawati buka suara menanggapi munculnya fenomena dimana nakes mengalami gejala pusing usai disuntik vaksin corona.

WowKeren - Pemerintah telah melaksanakan program vaksinasi COVID-19 di Tanah Air pada Rabu (13/1) lalu. Hingga kini sudah ada sejumlah kelompok yang telah menerima suntikan vaksin COVID-19 Sinovac buatan Tiongkok, salah satunya tenaga kesehatan (nakes).

Namun, sejumlah nakes yang baru disuntik vaksin menjelaskan bahwa dirinya mengalami gejala pusing-pusing. Kepala Bidang Medik RSUD Kota Bogor dokter Sari Chandrawati menjelaskan jika kondisi tersebut sebagai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Sari menjelaskan jika setiap orang memiliki efek yang berbeda. “Sebetulnya ketika sebuah vaksin itu sudah di-launching, sudah boleh diberikan, efek sampingnya sangatlah kecil. Tetapi tidak menutup kemungkinan orang-orang tertentu yang mungkin memiliki sedikit reaksi yang berbeda,” katanya, Kamis (14/1).

Ia menyatakan, prosedur bila terjadi KIPI pun berjalan dengan baik di RSUD sehingga risiko lainnya diminimalisir. “Kita sudah mempunyai satu tempat untuk melakukan stabilisasi. Sehingga apabila terjadi hal yang tidak diinginkan, emergency kit kita sudah tersedia, oksigen sudah ada, kemudian cairan-cairan juga sudah ada. Dan kita juga sudah sediakan apabila kita sudah stabilkan dan perlu penanganan lebih lanjut, kita cepat mengevakuasi pasien ke IGD terdekat,” jelasnya.


Lebih lanjut, terkait nakes yang pusing saat disuntik vaksin sudah ditangani. “Yang satu orang tadi keluhannya hanya pusing. Dan sudah diobservasi. Kita berharap dengan penanganan yang cepat dan tepat, itu tidak berlanjut,” jelas Sari.

Di RSUD Kota Bogor sendiri tercatat ada 1.032 pegawai yang 600 di antaranya merupakan tenaga kesehatan. Pelaksanaan vaksinasi di RSUD itu dijadwalkan dalam seminggu ada 3 kali yaitu pada Selasa, Rabu dan Kamis.

"Setiap kali melaksanakan kuotanya ada 40 vaksin yang terbagi dalam dua sesi, yakni pagi dan siang," paparnya. "Pemerintah sudah menyediakan, kita harus menyambut baik dan cepat melakukan registrasi ulang agar Nakes yang menjadi sasaran utama bisa menerima vaksin tersebut."

Sari juga menjamin pelaksanaan vaksinasi tidak mengganggu layanan yang ada. Ada dua tim yang melakukan vaksinasi. “Tim A bekerja hari ini, besok Tim B dan seterusnya bergantian. Sehingga pelaksanaan vaksinasi ini yang kita laksanakan dari jam 08.000 -12.00 WIB ini kita pastikan tidak mengganggu pelayanan-pelayanan yang lain,” tuturnya.

Sementara itu, perawat pasien COVID-19 RSUD Kota Bogor, Amrisal Sisliandy yang menjadi salah satu peserta vaksinasi mengungkapkan harapannya agar vaksin tersebut bisa membantu memutus rantai penyebaran corona di Indonesia. “Alhamdulillah tadi sudah divaksin. Lancar. Tidak terasa apa-apa. Bahkan pas disuntik pun tidak sakit, tidak seperti disuntik sebelum-sebelumnya. Semoga vaksin bisa memudahkan penanganan COVID-19, karena akhir-akhir ini ruangan sudah penuh,” katanya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts