'Hattrick' Rekor Kasus COVID-19 Harian Tambah 12.818, RI Menuju Puncak Pandemi?
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Indonesia kembali mencatatkan rekor baru kasus positif COVID-19 pada Jumat (15/1). Menjadikannya hattrick karena data 2 hari belakangan juga merupakan rekor baru nasional.

WowKeren - Indonesia tidak hanya dihadapkan dengan bencana-bencana alam yang terjadi di beberapa daerah, tetapi juga wabah virus Corona yang belum teratasi. Malah hari ini Indonesia kembali mencatatkan lonjakan kasus positif COVID-19 harian hingga hampir menembus 13 ribu pasien baru.

Total kasus terkonfirmasi dalam 24 jam terakhir, seperti dilansir dari laman covid19.go.id adalah 12.818. Dengan demikian, total kasus kumulatifnya sejak Maret 2020 adalah 882.418.

\'Hattrick\' Rekor Kasus COVID-19 Harian Tambah 12.818, RI Menuju Puncak Pandemi?-1

covid19.go.id

Catatan hingga 12 ribu kasus positif COVID-19 pada Jumat (15/1) hari ini menjadikan Indonesia "hattrick" alias mengalami pecah rekor kasus 3 hari berturut-turut. Tercatat sejak Senin (12/1) kemarin memang kasus positif harian yang dikonfirmasi selalu di atas 10 ribu pasien.

Angka ini diperoleh dari 72.957 spesimen yang diperiksa dengan RT-PCR dan TCM dalam 24 jam terakhir. Jumlah orang yang diperiksa adalah 49.466 orang, sehingga positivity rate harian Indonesia di kisaran 16,1 persen.

\'Hattrick\' Rekor Kasus COVID-19 Harian Tambah 12.818, RI Menuju Puncak Pandemi?-2

Twitter/BNPB_Indonesia


Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus positif terbanyak, yakni 3.095 pasien. Kemudian di belakangnya DKI Jakarta dengan 2.541 kasus dan Jawa Tengah dengan 1.993 kasus.

\'Hattrick\' Rekor Kasus COVID-19 Harian Tambah 12.818, RI Menuju Puncak Pandemi?-2

Twitter/BNPB_Indonesia

Lantas apakah dengan catatan angka kasus positif yang mengerikan ini merupakan pertanda Indonesia menuju puncak pandemi COVID-19? Sebelumnya Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman, menilai bahwa penambahan kasus positif yang semakin merajalela ini bukti Indonesia terindikasi terlambat dalam menangani pandemi.

Sedangkan Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono memperkirakan pertengahan tahun 2021 adalah puncak pandemi COVID-19 di Tanah Air. "Kalau tidak melakukan penanganan secara serius kemungkinan akan terus sampai 2021, pertengahan atau awal semester pertama baru puncaknya," terang Pandu, Senin (4/1) lalu.

Di sisi lain, jumlah kasus meninggal akibat COVID-19 pada hari ini menurun semakin meninggalkan standar 306 sebagai rekor nasional, yakni 238 kasus. Jawa Timur masih menjadi penyumbang terbesar, sedangkan total kasus kumulatifnya 25.484.

Sementara jumlah kasus sembuhnya juga kembali menurun menjadi 7.491 kasus. DKI Jakarta mencatatkan angka kesembuhan terbesar nasional, sedangkan total kumulatifnya 718.696 pasien sembuh.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts