Gunung Merapi Kembali Erupsi, Ada Kemungkinan Letusan Eksplosif
Instagram/ngesti.wuryantoro
Nasional
Erupsi Gunung Merapi

Gunung Merapi kembali erupsi pada Sabtu (16/1) sore kemarin. Menurut catatan dari BPPTKG, awan panas gunung ini mulai berguguran sekitar pukul 17.00 WIB.

WowKeren - Indonesia kembali dilanda bencana alam. Gunung Merapi dilaporkan kembali erupsi pada Sabtu (16/1) sore kemarin. Menurut catatan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas mulai berguguran sekitar pukul 17.00 WIB.

"Teramati awan panas guguran tanggal 16 Januari 2021 pukul 17.00 WIB," tutur Hanik Humaida selaku kepala BPPTKG seperti dilansir dari detik.com pada Minggu (17/1).

Hanik memaparkan bahwa awan panas Gunung Merapi yang tercatat di seismogram memiliki besaran amplitudo 28 milimeter dengan durasi selama 83 detik. Dengan angka tersebut, jarak luncur diperkirakan mencapai kurang dari satu kilometer.

"Visual tertutup kabut, jarak luncur diperkirakan kurang dari satu kilometer. Teramati tinggi kolom kurang lebih 200 meter di atas puncak dan angin bertiup ke timur," imbuhnya.


Di sisi lain, Kepala Seksi Gunung Merapi Agus Budi Santoso menyampaikan bahwa aktivitas seismik, deformasi dan gas mengalami penurunan yang signifikan. Kendati demikian, guguran tinggi disebut mendominasi lokasi erupsi.

Dilansir dari Kompas, Agus juga menjelaskan kemungkinan terjadinya letusan eksplosif. "Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau sejauh maksimal 3 kilometer dari puncak. Jadi masih ada kemungkinan letusan eksplosif, ini biasa dalam fase erupsi," jelasnya.

Sementara itu, BPPTKG masih menetapkan status aktivitas Merapi di tingkat Siaga (Level III). Potensi bahaya sejauh ini masih berupa guguran lava dan awan panas yang terjadi di Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng dan Putih maksimal sejauh lima kilometer.

Di samping itu, BPPTKG menyarankan warga untuk menghentikan penambangan di alur sungai yang berhulu di KRB III Gunung Merapi. Mereka juga mengimbau pelaku wisata untuk tidak melakukan kegiatan di lokasi yang sama, termasuk aktivitas pendakian ke puncak Gunung Merapi.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts