Hari Pertama Jadi Presiden AS, Joe Biden Pecat Kepala Staf Pelayan Gedung Putih Era Trump
Dunia
Pelantikan Presiden AS 2021

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dilaporkan telah memecat kepala Pelayan Gedung Putih Timothy Harleth di hari pertamanya menjabat yaitu Rabu (20/1) waktu setempat.

WowKeren - Joe Biden telah resmi menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) pada Rabu (20/1) waktu setempat. Bersama dengan sang wakil Kamala Harris, keduanya akan bekerja bersama untuk memimpin Negeri Paman Sam tersebut.

Namun, di hari pertamanya bekerja sebagai presiden, Biden dilaporkan telah memecat kepala Pelayan Gedung Putih Timothy Harleth. Dikutip dari CNN, Kamis (21/1), kabar tersebut telah dibenarkan oleh 2 orang sumber dari Gedung Putih.

Harleth sendiri dipekerjakan oleh Melania Trump pada tahun 2017 lalu untuk mengisi peran penting sebagai kepala pelayan. Harleth datang ke Gedung Putih dari Trump International Hotel DC, di mana dia menjadi manajer kamar. Meski begitu, hingga kini ibu negara Jill Biden masih bungkam perihal kabar pemecatan tersebut.

Harleth menggantikan Angella Reid, yang dipekerjakan selama pemerintahan Obama. Reid membuat sejarah ketika dia mengambil pekerjaan itu pada tahun 2011 sebagai wanita pertama yang menjabat di posisi itu.


Sebelumnya, Harleth merupakan manajer umum di Ritz Carlton di Pentagon City, di luar Washington. Dia dilepaskan oleh Trump beberapa bulan setelah mereka mengambil alih Gedung Putih.

Penerima tamu Gedung Putih bertanggung jawab atas pengelolaan gedung dan mengawasi staf tempat tinggal. "Konstruksi, pemeliharaan, renovasi, makanan, serta fungsi administrasi, fiskal dan personel" berada di bawah tanggung jawab peran tersebut, menurut Asosiasi Sejarah Gedung Putih. Namun, kepala pengantar dan staf tempat tinggal bukanlah posisi politik, dan sangat tidak biasa bagi seseorang untuk pergi pada awal pemerintahan baru.

Sebelumnya, telah diketahui bahwa Biden memberikan peringatan kepada seluruh stafnya di Gedung Putih. Ia bahkan menegaskan tak ragu akan memecat staf-staf yang “toxic”.

Biden menegaskan para staf di Gedung Putih yang tidak bisa menghargai koleganya dengan rasa hormat dan bekerja dengan saling “mencemari” satu sama lain, maka akan disingkirkan dalam pemerintahan Biden. Ia hanya ingin agar stafnya memperlakukan satu sama lain dengan sopan.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts