Sempat Jadi Penyelamat, Oxford Kini Buktikan Antibiotik Ini Tak Berefek Obati COVID-19
Health
Pandemi Virus Corona

Sejak awal pandemi COVID-19, banyak paramedis yang meresepkan antibiotik azithromycin dan doxycycline. Namun kini Oxford mengungkap bahwa kedua antibiotik itu tak berkhasiat.

WowKeren - Hingga kini obat yang benar-benar manjur dalam menuntaskan COVID-19. Kendati demikian sempat ada beberapa jenis antibiotik yang diresepkan untuk membantu mengurangi keparahan gejala yang dirasakan pasien, termasuk azithromycin dan doxycycline.

Namun tampaknya kemanjuran obat itu kini dipertanyakan menyusul hasil penelitian dari Universitas Oxford, Inggris. Sebab disebutkan kedua antibiotik tidak efektif melawan COVID-19 pada tahap awal, sebagaimana tampak dari hasil riset PRINCIPLE yang didukung pemerintah Inggris.

Peneliti Oxford tak menemukan adanya efek khasiat pada pasien di atas usia 50 tahun yang diobati dengan kedua antibiotik tersebut di rumah. Temuan ini pun mendukung hasil pengujian azithromycin pada Desember 2020 lalu yang menunjukkan tak adanya khasiat terhadap pasien COVID-19 parah.

"Temuan kami menunjukkan bahwa pengobatan dengan azithromycin selama tiga hari," ujar peneliti pemimpin riset, Chris Butler, Senin (25/1). "Atau pengobatan dengan doxycycline selama tujuh hari tidak memiliki manfaat klinis yang penting terkait waktu pemulihan."


Hasil riset ini jelas merupakan kemunduran sebab biasanya kedua antibiotik dipakai untuk mengobati infeksi pernapasan dan tersedia dalam harga terjangkau. "Meski mengecewakan, ini menjadi temuan penting yang akan mengurangi penggunaan antibiotik yang tak efektif untuk penyakit ini," tutur Ketua PRINCIPLE, Richard Hobbs, dilansir pada Selasa (26/1).

Pada kelompok pengujian azithromycin, sebanyak 526 orang diberikan obat tersebut dan dibandingkan dengan 862 relawan yang diberikan pengobatan biasa. Sementara, di kelompok lain, 798 relawan diberikan doxycyclin dan dibandingkan dengan 994 pasien lainnya yang menerima perawatan standar, menurut Oxford.

Namun hasil riset ini belum diterbitkan sebagai jurnal maupun karya ilmiah yang ditinjau rekan sejawat. Sedianya analisis dan rincian lebih lanjut soal hasil penelitian akan tersedia di publikasi ilmiah tersebut.

PRINCIPLE sendiri merupakan riset yang didukung pemerintah Inggris untuk mengevaluasi berbagai metode pengobatan COVID-19 potensial yang mungkin dilakukan di rumah. Targetnya adalah menemukan metode pengobatan yang cocok selama 14 hari pertama untuk membantu pasien sembuh lebih cepat serta mencegah tingginya pasien rawat inap.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts