Bos Disney Larang Anak-Anak Tonton 'Peter Pan' Hingga 'Dumbo', Kenapa?
Waltt Disney Pictures
Film

Selain 'Peter Pan' dan 'Dumbo', dua film klasik Disney favorit keluarga lainnya seperti 'The Aristocrats' dan 'Swiss Family Robinson' juga dilarang ditonton oleh anak-anak.

WowKeren - Bos Disney melarang anak di bawah tujuh tahun menonton film animasi klasik seperti "Peter Pan". Film yang dirilis perdana tahun 1953 itu juga telah dihapus dari daftar film anak di layanan Disney Plus.

Hal ini lantaran kekhawatiran atas penggambaran stereotip rasial. Alasan utama pelarangan itu lantaran di film, suku asli Amerika digambarkan sebagai orang Indian. Tiga film klasik favorit keluarga lainnya seperti "The Aristocrats", "Swiss Family Robinson", dan "Dumbo" juga dilarang ditonton oleh anak.

Film tahun 1970 "The Aristocats" memiliki karakter kucing Siam bernama Shun Gon yang bermata sipit dan giginya maju. Tokoh itu digambarkan sebagai karikatur orang Asia Timur. Sementara "Swiss Family Robinson" yang dibuat tahun 1960, telah dikritik karena menggambarkan bajak laut yang jahat sebagai orang yang berkulit kuning dan coklat.

Sementara kartun tahun 1941 "Dumbo" yang bercerita tentang gajah terbang yang mengesankan, dituduh mengejek orang Afrika-Amerika yang diperbudak di perkebunan Selatan. Di film itu ada satu adegan musikal yang menggambarkan para pekerja kulit hitam pemalas yang bernyanyi dengan lirik, "Ketika kami mendapatkan gaji, kami menghamburkan semua uang kami."


Disney telah meninjau ulang masalah seputar stereotip rasial di film-filmnya tersebut usai menggandeng beberapa pakar. Meski dihapus di konten anak, semua film yang disebutkan tersebut akan tetap bisa ditonton di deretan film orang dewasa.

"Program ini mencakup penggambaran negatif dan atau melecehkan orang atau budaya lain. Stereotip seperti ini tidak bisa dibenarkan. Daripada menghapus konten ini, kami sangat terbuka untuk diskusi untuk kemudian menciptakan masa depan yang lebih inklusif," kata perwakilan Disney.

Melalui laman resminya, Disney juga berkomitmen pihaknya akan membuat cerita dengan tema inspiratif dan aspiratif yang mencerminkan keragaman pengalaman manusia di seluruh dunia.

"Kita tidak bisa mengubah masa lalu. Tapi kita bisa mengakuinya, belajar darinya dan maju bersama untuk menciptakan hari esok yang kita impikan bersama," demikian kata Disney.

(wk/luth)

You can share this post!