Barbie Kumalasari sempat mengaku rindu dan ingin bertemu dengan Galih Ginanjar. Namun sayangnya setelah Galih bebas, ia malah enggan memberi tahu alamat tempat tinggalnya saat ini.
- Lailatul Maghfiroh
- Kamis, 28 Januari 2021 - 17:23 WIB
WowKeren - Barbie Kumalasari dan Galih Ginanjar diketahui telah bercerai. Namun baru-baru ini Kumala malah secara terang-terangan mengaku mulai rindu dan ingin bertemu dengan Galih.
Lantas kini diketahui bahwa Galih sudah bebas dari penjara berkat program asimilasi dan remisi imbas pandemi COVID-19. Namun ternyata Kumala hingga saat ini masih belum bertemu dengan Galih padahal mantan suaminya itu sudah bebas sejak Rabu (30/12).
Kumala lantas menjelaskan bahwa meski sudah bebas, Galih masih menjadi tahanan rumah sehingga masih harus melakukan wajib lapor. Selain itu, Kumala juga tak diberitahu di mana kini Galih tinggal.
"Sampe sekarang belum ketemu karena memang Galih mendapatkan kebebasan asimilasi dari Kemenkum HAM. Dan dia ditunjuk dan jadi tahanan rumah, dia bilang pake alamat rumah keluarganya dan dia gak mau ngasih tahu di mana," ungkap Kumala saat ditemui WowKeren di Jakarta, Kamis (28/1).
"Lagian dia masih diawasi lapas kan dan harus mematuhi peraturan lapas," tambah Kumala. "Makanya dia kemarin banyak media yang ingin wawancara Galih, saya bilang Galih belum bebas hukum masih asimilasi aja atau tahanan rumah yang tidak boleh jalan-jalan ke mall, ngomong di media pake HP juga di batasin, nongkrong. Wajib lapor juga."
Meski begitu, Kumala sudah sempat berkomunikasi lagi dengan Galih. Ia pun membeberkan bahwa Galih dalam kondisi sehat. Bahkan ia juga menceritakan obrolan apa yang dibahas saat video call.
"Ada sempet melalui keluarganya komunikasi lewat Video call juga ada. (Kondisi) Sehat. mau gemukin badan," terang Kumala. "Ya apa kabar, terus nanya kenapa gak bilang kalau udah keluar, pas tanggal 30 Desember itu aku lagi liburan ke puncak liburan tahunan."
Lantas saat ditanya soal berapa lama proses asimilasi yang dijalani Galih, Kumala lagi-lagi mengaku tak tahu menahu lantaran Galih enggan mengungkapkannya. Namun Kumala menegaskan ke awak media bahwa suatu saat Galih pasti akan buka suara ke publik soal kebebasannya tersebut.
"Dia gak ngasih tahu berapa lama, perkiraan antara April atau Agustus. Soalnya hukumanya 2 tahun 4 bulan. Harusnya maret apa April keluar. Dia bilang salamin aja buat temen-temen media setidaknya dia bisa jadi tahanan rumah nunggu waktu yang tepat pasti dia angkat bicara," papar Kumala.
(wk/lail)