Indonesia mencatatkan 175 ribu lebih kasus aktif COVID-19 per Minggu (31/1) kemarin, atau setara 16,2 persen pasien terkonfirmasi. Angka ini merupakan yang tertinggi di Asia.
- Elvariza Opita
- Senin, 01 Februari 2021 - 11:13 WIB
WowKeren - Perkembangan wabah COVID-19 di Indonesia memang sama sekali tak bisa dipandang sebelah mata. Usai menembus 1 juta kasus positif COVID-19 pekan lalu, baru-baru ini terungkap kasus aktif di Indonesia merupakan yang terburuk se-Asia.
Kedudukan Indonesia dari parameter kasus aktif COVID-19 sudah melampaui India yang sebelumnya "jawara" di Asia. Kasus aktif sendiri merupakan pasien-pasien COVID-19 yang tengah menjalani perawatan, baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri di rumah.
Per Minggu (31/1) kemarin, Indonesia mencatatkan 175.095 kasus aktif COVID-19. Angka ini setara 16,2 persen kasus terkonfirmasi Indonesia hari Minggu yang mencapai 1.078.314 pasien. Bahkan pada Minggu kemarin saja ada tambahan 1.012 kasus aktif yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Sedangkan di India saja saat ini kasus aktifnya sebanyak 170.203 orang. Padahal angka kasus positifnya sudah mencapai 10,7 juta orang, dan berdasarkan worldometers.info merupakan yang terbanyak kedua di dunia.
Di India sendiri saat ini memang tengah terjadi penurunan kurva wabah COVID-19, dengan "puncaknya" terjadi pada pertengahan September 2020 lalu yang melaporkan hingga 1 juta kasus aktif. Sedangkan saat ini kasus aktif di India disebut-sebut merupakan yang terendah sejak Juni 2020.
Situasi berbeda terjadi di Indonesia yang terus menunjukkan tren peningkatan sejak November 2020. Di tingkat dunia sendiri, India merupakan negara ke-15 dengan kasus aktif terbanyak, sedangkan India tepat berada di urutan ke-16.
Kasus aktif sendiri "beranak-pinak" ketika jumlah testing juga ikut diperbanyak. India dengan populasi 1,3 miliar sudah mampu melakukan testing hingga 196,5 juta penduduk, sedangkan Indonesia dengan 270 juta populasi baru melakukan 9,2 juta testing.
Di sisi lain pemerintah Indonesia terus melakukan upaya untuk menekan kurva COVID-19 ini. Mulai dari memperbanyak testing, melakukan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), sampai vaksinasi yang target ambisiusnya mencapai 1 juta dosis per hari.
Hanya saja baru-baru ini Presiden Joko Widodo mengungkap evaluasi terhadap pelaksanaan PPKM Jawa-Bali "jilid 1". Jokowi menilai PPKM periode 11-25 Januari 2021 kemarin tidak efektif menekan COVID-19.
(wk/elva)