Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rosyidi, mengingatkan Kemendikbud untuk tidak membuat pernyataan yang kontroversial dan meresahkan para guru.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 02 Februari 2021 - 14:22 WIB
WowKeren - Para guru disebut hampir setiap hari terpaksa mendengar pernyataan meresahkan dari pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rosyidi.
Padahal, tutur Unifah, situasi pandemi corona telah menjadi kondisi yang berat bagi dunia pendidikan. Oleh sebab itu, Unifah meminta agar pihak Kemendikbud tak lagi melontarkan pernyataan yang membuat guru tidak nyaman.
Sebagai contoh, Unifah menyinggung soal pemberian tunjangan profesi guru dan rekrutmen guru untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Menurutnya, pernyataan tersebut meresahkan para guru.
"Sering sekali guru jadikan beban, bahkan hampir setiap hari mendengar pernyataan yang tidak nyaman dari Kemendikbud. Misalnya, ada tunjangan profesi guru hanya dibayarkan pada guru yang berprestasi," tutur Unifah dilansir Antara, Selasa (2/2). "Meskipun dibantah, banyak sekali pernyataan yang meresahkan para guru."
Menurut Unifah, Kemendikbud seharusnya fokus menyusun mekanisme sehingga pembelajaran di masa pandemi corona dapat berlangsung dengan efektif. Unifah pun kembali mengingatkan Kemendikbud untuk tidak membuat pernyataan yang kontroversial dan meresahkan para guru.
Lebih lanjut, PGRI sendiri akan merancang buku aktivitas yang membantu kegiatan belajar-mengajar guru dan siswa dalam waktu dekat ini. Unifah pun memastikan bahwa PGRI tetap mengabdi dan mengupayakan agar kompetensi guru terus meningkat meski pandemi membuat situasinya serba terbatas.
"Jangan dibilang kalau guru itu penting, tapi ada pernyataan yang bikin resah. Tolonglah guru diberikan ketenangan," papar Unifah. "Termasuk guru-guru Satuan Pendidikan Kerja sama (SPK) yang tunjangan sertifikasinya dicabut."
Unifah mengakui bahwa guru SPK memang mengajar di sekolah kerja sama, akan tetapi para mereka juga mempunyai keluarga. Unifah juga menilai bahwa para guru tersebut juga bekerja demi mencerdaskan anak-anak bangsa.
"Begitu juga perekrutan guru CPNS, yang tanpa persetujuan DPR, dikatakan akan dihilangkan," tegas Unifah. "Dampaknya kemana-mana, karena anak-anak muda kita tidak akan tertarik lagi menjadi guru."
(wk/Bert)