Kementerian Sosial memiliki terobosan baru agar penyaluran bantuan sosial di tanah air bisa tepat sasaran. Penasaran apa itu? Simak dalam berita di bawah ini.
- Eva Lestari
- Rabu, 03 Februari 2021 - 12:53 WIB
WowKeren - Kementerian Sosial (Kemensos) memiliki terobosan baru agar penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) bisa tepat sasaran. Salah satunya adalah dengan menggunakan face recognition atau aplikasi pemindai wajah untuk warga yang mengambil bansos di PT Pos.
Penerapan sistem pindai wajah ini sesuai dengan arahan Menteri Sosial Tri Rismaharini. Mantan Wali Kota Surabaya tersebut mengimbau PT Pos agar menggunakan tanda tangan, sidik jari serta foto penerima agar penyaluran BST bisa tepat sasaran.
Hal ini juga disampaikan oleh Asep Sasa Purnama selaku Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos. "Tujuan kita pakai face recognition itu agar lebih memastikan, oh ini orangnya. Menurut hemat kami itu kan bisa lebih memastikan orang yang menerimanya, buktinya ada," kata Asep seperti dilansir dari CNNIndonesia pada Rabu (3/2).
Selain BST, Asep juga berharap terobosan ini dapat diterapkan pada penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). "BPNT pun diharapkan bisa menampilkan dashboard, supaya lebih oke. Yang harus didorong itu BPNT, karena kan lebih besar. Biar lebih mantap," paparnya.
Di sisi lain, Ketua Satgas BST PT Pos Haris Husein menyatakan bahwa penggunaan aplikasi pindai wajah masih dalam proses. Pihaknya akan melakukan yang terbaik agar sistem ini dapat segera digunakan.
"Face recognition masih dalam proses, kami masih dalam proses penyiapan infrastruktur. Kita masih berupaya untuk Februari ini kalau tidak bisa minggu pertama, bisa minggu kedua, atau ketiga atau keempat," kata Haris.
Dengan adanya sistem ini, para penerima tak perlu lagi menunjukkan KTP atau data diri saat mengambil BST. "Kalau nanti sudah jalan dengan baik, KPM datang enggak perlu bawa KTP, tinggal bawa diri aja," jelasnya.
Sementara itu, Menko PMK Muhadjir Effendy sebelumnya mengimbau masyarakat untuk ikut mengawasi penyaluran dana bansos. Ia berharap masyarakat akan melaporkan kecurangan yang ditemui jika mereka tidak menerima dana bansos secara utuh.
(wk/eval)