Waduh! Puluhan Relawan Medis Gempa Sulbar Terpapar COVID-19
Twitter/BNPB_Indonesia
Nasional

Pelaksana Klaster Kesehatan Penanganan Gempa Sulawesi Barat Muhammad Ihwan menyebut kurang lebih 30 orang relawan medis gempa bumi Sulawesi Barat positif terpapar COVID-19.

WowKeren - Kurang lebih ada 30 orang relawan medis gempa bumi Sulawesi Barat dinyatakan positif terpapar virus corona (COVID-19). Mereka dilaporkan mengalami gejala ringan, sedang, hingga tanpa gejala.

"Sementara direkap jumlahnya, sudah banyak relawan kita yang terpapar. Ada yang PCR, ada yang hanya rapid antigen sudah banyak," kata Pelaksana Klaster Kesehatan Penanganan Gempa Sulawesi Barat Muhammad Ihwan dilansir CNNIndonesia, Kamis (4/2). "Sudah puluhan, 20-30 yang sudah terdata ya sepertinya."

Relawan medis yang terpapar COVID-19 kemudian diisolasi di tenda khusus di sekitar Rumah Sakit (RS). Ihwan mencatat sejak 15 Januari lalu sebanyak 881 relawan medis tersebar di sejumlah titik gempa.

Hingga Rabu (3/2) kemarin, jumlah relawan medis yang masih bertugas yakni 272 orang. "Isolasi di RS provinsi Sulawesi Barat, tapi pascagempa dilakukan di tenda selasar rumah sakit. Selain untuk yang tanpa gejala dan gejala ringan dikarantina di gedung lama RS provinsi," jelasnya.

Dihubungi terpisah, dokter spesialis emergensi Tri Maharani yang juga sempat menjadi relawan gempa Sulbar mengaku beberapa kali mendapat laporan perihal teman sejawatnya yang terpapar COVID-19 usai tiba di daerah asalnya masing-masing.


Kebanyakan dari mereka mengaku mengalami gejala anosmia alias tidak bisa mencium bau dan demam. Tri pun mengakui kondisi tenda relawan medis saat itu kurang memadai di tengah suasana bencana alam dan pandemi.

"Tidurnya itu bisa dekat-dekatan, tapi kami tetap pas tidur pakai masker" kata Tri. Makanya ini kami rekomendasikan adanya safety untuk relawan."

Tri menyebut, hasil asesmen dari Emergency Medical Team Ikatan Dokter Indonesia mengeluarkan beberapa permintaan untuk pemerintah provinsi Sulbar. Salah satunya adalah permintaan rumah isolasi terpusat khusus, sehingga relawan yang terpapar COVID-19 tak harus isolasi di tenda lagi.

Ia juga meminta agar ada skrining kesehatan rutin terhadap relawan medis dan warga pengungsi agar kasus COVID-19 segera terindikasi dan tidak meluas di area posko pengungsian. "Kemudian protokol kesehatan yang ketat untuk pelayanan dilakukan nakes dan relawan misalnya ada bilik desinfektan, kecukupan APD untuk Nakes, masker N95 sebelum melakukan pelayanan di lokasi pengungsi," jelasnya.

Sebelumnya diketahui, telah terjadi gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Mamuju dan Majene di Sulawesi Barat selama 2 hari berturut-turut pada 15 dan 16 Januari 2021 lalu. Bencana tersebut memakan korba meninggal sebanyak 79 orang di Kabupaten Mamuju dan 11 orang lainnya di Kabupaten Majene.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sendiri mencatat ada hingga 646 kali gempa bumi tektonik yang tercatat oleh lembaga tersebut, dengan skala kekuatan berbagai magnitudo serta tersebar di sejumlah wilayah Indonesia sepanjang Januari 2021.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait