Polri 'Panen' 19 Terduga Teroris dari Sulsel, Ternyata Semua Anggota FPI
Nasional

Sebanyak 26 terduga teroris diterbangkan dari Sulawesi Selatan dan Gorontalo ke Jakarta pada Kamis (4/2) hari ini. Semua terduga teroris ini disebut berafiliasi dengan ISIS.

WowKeren - Polisi terus melakukan upaya penangkapan oknum-oknum diduga teroris di berbagai wilayah Indonesia. Dan kekinian, sebanyak 19 terduga teroris dari Makassar, Sulawesi Selatan, diterbangkan ke Ibu Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Yang cukup mengejutkan, polisi menyebut bahwa ke-19 terduga teroris itu adalah anggota FPI dari Kota Makassar. "Semuanya itu adalah anggota FPI," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Zulfan, Kamis (4/2).

"Mereka semua adalah anggota FPI Makassar," imbuh Zulfan, dilansir dari Detik News. Dari 19 terduga teroris yang diterbangkan ke Jakarta itu, sebanyak 16 orang adalah laki-laki dan 3 lainnya perempuan.

Perihal penetapan mereka sebagai tersangka, disebutkan Zulfan, didasarkan pada sangkaan melanggar undang-undang Terorisme. "Ini ancaman hukuman mereka seumur hidup. Sudah diterbangkan semua ke Mabes Polri," kata Zulfan.

Sebelumnya, Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam mengungkap para anggota FPI ini sudah berbaiat atau berjanji untuk mengabdi kepada organisasi terorisme internasional Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Organisasi itu sendiri kini dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi.


Perihal pembaiatannya sendiri, ditegaskan Merdisyam, dilakukan pada 2015 silam. Pembaiatannya pun dihadiri oleh sejumlah pimpinan FPI.

"Jadi mereka berbaiat ISIS pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi di tahun 2015," terang Merdisyam. "Tahun 2015 itu ada pembaiatan di Limboto. Pembaiatannya waktu itu sama anggota FPI."

Di sisi lain, total teroris yang diterbangkan ke Jakarta hari ini mencapai 26 orang. Selain 19 orang dari Makassar, sisanya adalah berasal dari Gorontalo dan juga berafiliasi dengan ISIS.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono, menyebut 7 teroris dari Gorontalo tersebut biasa dikenal sebagai Kelompok Pahuwanto dan merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). "Kelompok ini mempunyai kemampuan untuk merakit bom," kata Rusdi di Bandara Soekarno-Hatta.

Kedatangan mereka ke Jakarta pun tentu saja dalam pengawalan ketat Densus 88. Pasalnya sebanyak 2 di antara 26 terduga teroris tersebut adalah yang terlibat juga dalam pengeboman gereja Katedral di Filipina pada 2019 silam.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait