Persatuan Dukun Didirikan di Banyuwangi, Programnya Memasyarakatkan Santet
Nasional

Para dukun di Banyuwangi, mendirikan organisasi bernama Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) Indonesia yang terdiri dari kiai pesantren, gus, dan para ahli ilmu spiritual.

WowKeren - Para dukun di Kabupaten Banyuwangi, mendirikan organisasi bernama Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) Indonesia. Adapun anggota dari organisasi tersebut adalah kiai pesantren, gus, dan para ahli ilmu spiritual.

Program utama Perdunu Indonesia ini ingin membangkitkan kembali santet dan memasyarakatkannya. Ketua Umum Perdunu Indonesia, Kiai Abdul Fatah Hasan mengatakan, bahwa Perdunu adalah wadah para dukun atau ahli spiritual di Nusantara untuk mengembangkan profesinya.

"Jadi Perdunu ini berdiri untuk memberikan edukasi dan meluruskan apa yang menjadi persoalan di masyarakat, khususnya tentang santet dan profesi dukun, agar tidak salah kaprah," kata Abdul dilansir dari Suara, Kamis (4/2).

Perdunu Indonesia bukan kumpulan dukun untuk menyakiti orang lain. Namun, sebagai solusi dan membantu masyarakat dalam menghadapi permasalahan yang tak kasat mata.

"Untuk spesifikasi dukun ini kan banyak," terang pengasuh Pondok Pesantren Al Huda, Blimbingsari Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi itu. "Ada yang menangani pengobatan non medis, penglaris usaha, mencari hari baik (nogo dino) dan pengobatan lain sesuai dengan bidang keilmuan yang diemban."


Ia menambahkan, bahwa dalam waktu dekat Perdunu akan mencanangkan berbagai program kegiatan yang akan diimplementasikan untuk masyarakat Banyuwangi. "Kegiatan terdekat yang akan kita gelar di akhir bulan Februari ini adalah pengobatan gratis non medis. Sedangkan di bulan Suro nanti, kami berencana akan menggelar Festival Santet," ujarnya.

"Tapi masih kita matangkan untuk konsep dan spesifikasi festivalnya seperti apa," imbuhnya. "Ditunggu saja."

Sementara itu, Sekretaris Umum Perdunu Indonesia, Ali Nur Fatoni menambahkan, bahwa hadirnya Perdunu bertujuan untuk mengubah stigma negatif masyarakat tentang dukun. Selama ini dukun dibutuhkan oleh masyarakat, namun kehadirannya justru cenderung disembunyikan.

"Dengan adanya Perdunu ini maka harapan kami tidak ada lagi dukun yang abal-abal. Ke depan Perdunu akan punya badan hukum karena berbentuk Yayasan," katanya.

Senada, Dewan Pembina Perdunu, Gus Hadi berharap agar Perdunu bisa menjadi pelurus tauhid para ahli spiritual di Nusantara sehingga bisa menuju kepada jalan yang benar. "Semoga ini menjadi sarana dakwah untuk kita bisa syiar agama," tuturnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts