Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mempertimbangkan opsi untuk menunda pelantikan Bupati terpilih Sabu Raijua, NTT, Orient P Riwu Kore karena memiliki kewarganegaraan AS.
- Nidya Putri
- Kamis, 04 Februari 2021 - 22:05 WIB
WowKeren - Baru-baru ini masyarakat dibuat geger dengan temuan Bupati terpilih Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur yang ternyata berkewarganegaraan Amerika Serikat. Status kewarganegaraan Orient P Riwu Kore sang bupati terpilih itu hingga kini masih diperdebatkan oleh sejumlah pihak.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sendiri telah mempertimbangkan opsi untuk menunda pelantikan Bupati terpilih Orient akibat munculnya polemik ini. Meski begitu, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik mengatakan hal itu masih berupa opsi.
"Bawaslu mengusulkan kepada KPU untuk dilakukan penundaan pelantikan," ujar Akmal dalam jumpa pers daring di akun Instagram Kemendagri, Kamis (4/2). "Tentunya usulan Bawaslu ini menjadi bahan kepada pimpinan, kepada Bapak Menteri bahwa agar Pak Menteri mengambil keputusan yang tepat."
Ia menjelaskan Kemendagri menghormati proses demokrasi yang telah berjalan di Sabu Raijua. Namun, Akmal menegaskan ada fakta hukum yang tidak bisa dikesampingkan.
Sehingga, Kemendagri perlu waktu untuk menyelesaikan persoalan ini. Opsi penundaan jadi hal yang akan dipertimbangkan. "Agar nanti ketika proses pilkada ini selesai dan bermuara pada pengesahan penetapan paslon melalui keputusan menteri dalam negeri, tidak menimbulkan masalah di kemudian hari," ujarnya.
Adapun masa akhir jabatan Bupati Sabu Raijua jatuh pada 17 Februari mendatang. Kemendagri akan mempercepat pengambilan keputusan sebelum tanggal itu.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh menyebutkan jika Orient merupakan pemegang kewarganegaraan ganda lantaran saat ini memiliki baik paspor AS dan Indonesia. Zudan mengaku telah meminta keterangan langsung kepada Orient pada Rabu (3/2) mengapa yang bersangkutan bisa memiliki paspor AS.
"Saya menelepon Pak Orient dan menanyakan apakah betul bapak memiliki paspor Amerika Serikat? Beliau menjawab betul," tutur Zudan dalam keterangan videonya. "Sejak 1 April 2019, beliau (Orient) juga mengakui memiliki paspor Indonesia."
(wk/nidy)