Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Bandung bakal menggelar rapid test antigen di kafe. Alasannya, kafe menjadi titik sasaran pengetesan karena acap kali dijadikan tempat berkumpul.
- Nidya Putri
- Sabtu, 06 Februari 2021 - 17:22 WIB
WowKeren - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Bandung bakal menggelar rapid test antigen dengan menyasar pengunjung ataupun pegawai yang berada di kafe. Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona.
Sekda Bandung Ema Sumarna mengatakan, kafe menjadi titik sasaran pengetesan karena acap kali dijadikan tempat berkumpul. "Namanya di kafe karena itu masih diperbolehkan, orang Bandung kan karakternya sukanya nongkrong. Ngopi, makan cemilan, dan lain sebagainya. Itu kan intinya, tapi kan ngobrol, nah potensi itu yang kita jadikan sasaran," kata Ema dalam keterangannya, Sabtu (6/2).
Dinas Kesehatan Pemkot Bandung masih melakukan persiapan untuk melakukan pengetesan dengan menyasar kafe. Namun, belum diketahui jumlah alat rapid test antigen yang disiapkan dan jumlah sasarannya.
"Nanti kita menunggu kesiapan," ujarnya. "Kebijakannya baru, saya yakin Kadinkes mempersiapkan dan beliau siapa yang nanti akan dilibatkan."
Sementara itu, Bandung sendiri hingga saat ini masih melaksanakan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan jika PPKM yang diterapkan selama ini cukup efektif diterapkan di Jawa Barat.
Bahkan pria yang kerap disapa Kang Emil itu menyebutkan bahwa kepatuhan masyarakat soal penerapan protokol kesehatan 3M terus meningkat. Karenanya, ia berharap apabila kelak penerapan PPKM dihentikan, kedisiplinan masyarakat harus tetap dijaga.
Apabila masyarakat disiplin, produktivitas ekonomi tidak akan dibatasi lagi. Itu tujuan akhirnya sehingga ekonomi membaik," ujarnya, Kamis (4/2). "Tinggal peran pemerintah untuk bertempur mengurusi 3T (Tracing, Treatment, Testing) lagi."
Menurut data Kang Emil, PPKM di Jabar yang sudah berjalan dua minggu terakhir efektif meningkatkan kedisiplinan masyarakat dari 50 persen ke 80 persen. Ia bahkan setuju apabila pemerintah memperpanjang masa berlaku PPKM untuk 2 pekan ke depan.
“Mungkin kita butuh PPKM dua minggu lagi setelah itu evaluasi. Mudah-mudahan bisa diperlonggar. Disiplin dipertahankan 90 persen, sehingga kegiatan ekonomi tidak usah seketat dan diberhentikan dan dikurangi seperti sekarang,” terangnya.
(wk/nidy)