Karakter Ayu Ting Ting dinilai keras dan kurang peka sehingga Adit diterawang merasa tak dihargai. Meski dikenal sebagai sosok yang kalem, Adit ternyata punya sifat yang bisa memicu pertengkaran.
- Ria Susilo Wardhani
- Selasa, 09 Februari 2021 - 15:18 WIB
WowKeren - Ayu Ting Ting berusaha tegar menghadapi cintanya yang kandas. Sempat merencanakan untuk menikah, Ayu urung mewujudkan impian dan mengakhiri kisah cintanya dengan Adit Jayusman.
"Kan saya sudah bilang kita sebagai manusia hanya bisa berencana, jodoh, maut, rezeki sudah diatur sama Allah," kata Ayu saat diwawancara Indosiar. "Saya sudah berencana baik, tapi kalau Allah belum mengizinkan ya saya harus terima."
Sementara itu, pakar angka atau numerologi, Endang EHT, mengungkap soal pemicu masalah antara Ayu dan Adit. Endang menilai karakter Ayu yang keras bisa menjadi salah satu penyebab masalah dengan Adit.
"Karakter Ayu ini keras ya. Jadi memiliki kode yang namanya penolakan. Jadi seseorang yang memiliki kode penolakan, dia pasti akan menolak dulu ketika diberitahu, diberikan saran, diberikan kritik, pasti akan menolak dulu. Dan ini membuat calon suami merasa tak dihargai," kata Endang. "Kalau saya lihat harga diri calon suaminya sangat besar sekali, ingin dihargai sebagai seorang imam."
Bukan cuma keras, Ayu diterawang sebagai sosok yang kurang peka pada orang lain. Hal ini pulalah yang diduga memicu renggangnya hubungan antara Adit dan Ayu.
"Ayu ini memiliki karakter kurang peka terhadap orang lain. Kalau untuk dirinya sendiri dia sangat peka," kata Endang. "Artinya pasangan Ayu harus bicara secara jelas dan tegas. Ayu ini tidak bisa bicara dengan sign."
Disisi lain, pakar tarot Jeng Nimas sempat menerawang kalau hubungan Ayu dan Adit memang rawan putus. Keduanya juga memiliki ego yang kuat.
"Masing-masing memiliki kekerasan hati, Ayu punya sifat ceplas-ceplos, sedangkan Adit tak terlalu banyak bicara, kelihatan pendiam. Tapi kalau ada sesuatu masalah bisa tajam bicaranya," kata Jeng Nimas via channel YouTubenya. "Adit kalau sudah disenggol nyelekit. Mungkin dalam pertengkaran ada kata-kata yang nyelekit sehingga mereka saling menyakiti. Ada sesuatu yang menikam dari belakang. Ada sesuatu yang fatal dan sulit dimaafkan. Bisa juga karena ada pihak lain (perselingkuhan), salah satu dari mereka punya rencana lain yang artinya kurang pas dalam menjalani sebuah hubungan. Ada banyak versi."
(wk/riaw)