Komisioner Kompolnas menilai penyidik sudah melakukan tugasnya dengan profesional selama menahan Ustaz Maaher At Thuwailibi, sekaligus menepis isu liar bahwa almarhum menerima penyiksaan di rutan.
- Elvariza Opita
- Rabu, 10 Februari 2021 - 20:54 WIB
WowKeren - Meninggalnya Soni Eranata atau yang lebih dikenal dengan nama Ustaz Maaher At Thuwailibi memicu timbulnya spekulasi liar. Banyak yang mengaitkan kematian Maaher dengan penyiksaan yang mungkin dilakukan penyidik mengingat almarhum sedang dalam penahanan di Rutan Bareskrim.
Namun isu liar ini langsung ditepis oleh Komisi Kepolisian Nasional. Komisioner Kompolnas Poengky menegaskan pihak kepolisian memiliki bukti-bukti termasuk rekam medis dan hasil laboratorium lengkap yang menguatkan pernyataan Maaher meninggal akibat penyakit yang dideritanya.
"Bahkan keluarga saudara Soni Eranata telah membantah isu-isu tidak bertanggungjawab yang menyatakan saudara Soni disiksa polisi. Keluarga menyatakan bahwa saudara Soni diperlakukan dengan baik oleh penyidik," tegas Poengky, Rabu (10/2).
Kompolnas menilai penyidik sudah profesional dalam melakukan tugasnya. Karena itulah, Poengky mendorong masyarakat untuk tidak langsung memercayai berita yang beredar, apalagi jika berpotensi digunakan pihak-pihak tertentu untuk memperkeruh suasana.
Perihal penahanan Maaher, dijelaskan Poengky sudah sesuai dengan keputusan penyidik berdasarkan alasan obyektif dan subyektif yang diatur dalam Pasal 21 Ayat (1) dan Ayat (4) KUHAP. "Pada saat dilakukan penahanan, saudara Soni Eranata atau Maaher dalam kondisi sehat sehingga bisa dilakukan penahanan dan penyidikan perkaranya," papar Poengky, dilansir dari Viva.
Bahkan saat ini kasus Maaher sudah memasuki tahap 2 alias kewenangan ada pada jaksa. "Ketika penyerahan berkas perkara dan terdakwa dari penyidik Polri ke Kejaksaan, berarti tanggung jawab ada pada jaksa penuntut umum," terangnya.
"Kami melihat penyidik sudah melakukan tindakan yang sesuai hukum dengan membantarkan ke rumah sakit ketika saudara Soni sakit," imbuh Poengky. "Oleh karena itu kami berharap kepada pihak-pihak yang tidak mengetahui kejadiannya, tetapi memperkeruh suasana melalui opini-opini yang menyesatkan di media sosial, agar menahan diri dan menghentikan tindakannya."
Polisi sendiri sudah menegaskan bahwa Maaher meninggal akibat penyakit yang dideritanya. Polisi sudah sempat menawarkan kepada almarhum agar dirawat di fasilitas kesehatan milik Polri namun nyatanya malah ditolak hingga akhirnya meninggal dunia.
Namun sampai saat ini polisi tak mengungkap apa penyakit yang sebenarnya menyebabkan Maaher meninggal dunia. Polisi berkilah bahwa jenis penyakitnya sensitif sehingga hanya menjadi kewenangan keluarga serta tim medis.
(wk/elva)