Heboh Aisha Weddings Promosikan Nikah Dini dan Poligami, Drone Emprit Ungkap Hal Janggal Ini
Nasional

Pendiri Drone Emprit and Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi, lantas turut menganalisis isu Aisha Weddings yang ramai dibahas di media sosial tersebut.

WowKeren - Penyedia jasa pernikahan "Aisha Weddings" tengah ramai disorot karena menggaungkan ajakan nikah dini mulai usia 12 tahun dan poligami. Dalam situs Aisha Weddings, tertulis bahwa wanita Muslim harus menikah pada usia 12-21 tahun dan tidak lebih supaya berkenan di mata Allah dan suami.

Pendiri Drone Emprit and Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi, lantas turut menganalisis isu Aisha Weddings yang ramai di media sosial ini. Melalui akun Twitter pribadinya, Ismail mengungkapkan kejanggalan yang ada di situs Aisha Weddings.

Menurut Ismail, konten situs Aisha Weddings masih belum lengkap dan isinya provokatif. Di tahun 2021 ini, konten di situs Aisha Weddings baru diperbaharui pada 9 Februari dan 10 Februari.

"Baru beberapa halaman yg terisi, spt Keyakinan ttg Poligami, Untuk Kaum Muda. Sedangkan bagian Layanan, COVID-19, Kontak belum diisi," ungkap Ismail. "Sepertinya web ini baru dibuat, tapi keburu ketahuan."


Ismail juga menilai bahwa konten di situs Aisha Wedding dibuat secara terburu-buru. "Provokatifnya itu ini: 'Manfaat poligami yang bisa dinikmati umat Islam'. Duh.. haha. Umat Islam yang beneran mau poligami, juga ndak akan menulis spt itu. Sptnya terburu2 bikin kontennya," lanjutnya.

Dalam kesimpulannya, Ismail menilai Aisha Weddings sebagai Wedding Organizers resmi tidak jelas keberadaannya, baik secara online maupun offline. Namun Ismail menyebutkan bahwa konten Aisha Weddings dibuat dengan serius, hal ini tampak dari spanduk iklan offline yang telah disebar ke beberapa titik.

"Banyak pihak sudah menyatakan keberatan atas iklan nikah muda, poligami, penyimpangan pemahaman agama dan UU yg dibuat oleh akun tidak jelas ini," tulis Ismail. "Jika tujuannya untuk membangun keresahan, misi ini cukup berhasil, karena narasinya berhasil menarik komentar dari berbagai organisasi besar, dan juga diliput media mainstream dan TV."

Oleh sebab itu, Ismail menyarankan agar publik tidak lagi menghebohkan isu ini. Pasalnya pihak yang membuat konten Aisha Weddings ini juga masih belum jelas. Ismail menilai persoalan ini lebih baik diserahkan kepada pihak kepolisian.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait