Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meyakini proses vaksinasi di wilayahnya bisa selesai dalam waktu kurang dari satu tahun. Lantas, apa yang mendukung keyakinan tersebut?
- Eva Lestari
- Kamis, 11 Februari 2021 - 13:01 WIB
WowKeren - Gubernur Khofifah Indar Parawansa optimis proses vaksinasi di Jawa Timur bisa rampung dalam waktu kurang dari satu tahun. Keyakinannya ini adalah untuk mematahkan riset Bloomberg yang menyebutkan bahwa Indonesia membutuhkan waktu 10 tahun untuk menuntaskan vaksinasi.
Lantas, strategi apa yang dimiliki oleh Khofifah hingga yakin vaksinasi di Jawa Timur bisa selesai dalam waktu singkat? Berkaitan dengan hal ini, ia menyebut Jawa Timur memiliki banyak vaksinator dan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang memadai.
"Saya ingin menyampaikan datanya, bahwa vaksinatornya 11.300 orang, masing-masing vaksinator sehari bisa 30 orang. Dengan begitu kita membutuhkan waktu kira-kira 64 hari untuk dosis pertama," kata Khofifah seperti dilansir dari Antara pada Kamis (11/2).
"Jika digabung dosis kedua dan jeda waktu kira-kira 140 hari. Andai vaksin siap, vaksinator sehat, Fasyankesnya bisa running, Insyaallah dalam 4 bulan bisa selesai," paparnya.
Mantan Menteri Sosial ini juga menjelaskan bahwa proses vaksinasi di wilayahnya hingga kini masih berjalan dan belum ada kendala yang berarti. Ia juga menegaskan bahwa vaksinasi akan terus dilakukan pada bulan puasa nantinya.
"Percepatan pelaksanaan vaksin akan terus dilakukan meski pada bulan puasa. Yakni dapat dilakukan setelah pelaksanaan buka puasa atau tarawih," imbuhnya.
Selain itu, Khofifah juga memastikan akan tetap menjalankan perintah Presiden Joko Widodo dalam proses vaksinasi. Salah satunya adalah dengan menerapkan skala prioritas untuk menguatkan ekonomi nasional, termasuk kepada pedagang pasar. "Presiden telah mengarahkan untuk bekerja secara cepat dan detail dalam pelaksanaan vaksinasi," jelasnya.
Khofifah kemudian mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dan tetap berada di rumah selama libur panjang. Dengan begitu, jumlah penularan virus Corona bisa mengalami penurunan.
"Saya mengajak masyarakat untuk tetap di rumah ketika libur panjang jika dirasa tidak terdapat keperluan yang penting dan mendesak. Karena libur panjang berpotensi menyumbang lonjakan pasien COVID-19," pungkasnya.
Sementara itu, pemerintah menargetkan vaksinasi kepada 181,5 juta penduduk di tanah air. Untuk mewujudkannya, negara telah memesan ratusan juta dosis vaksin dari luar negeri, menyiapkan 30 ribu vaksinator, 10 ribu puskesmas hingga 3 ribu rumah sakit.
(wk/eval)