Berdasarkan data sementara yang dihimpun Kemenkes, tingkat penularan COVID-19 di kalangan tenaga kesehatan pasca vaksinasi dosis pertama mengalami penurunan.
- Elvariza Opita
- Kamis, 18 Februari 2021 - 10:27 WIB
WowKeren - Penolakan atas vakasinasi COVID-19 masih terjadi di berbagai lini masyarakat. Namun sebaiknya simak pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berikut ini, yang mengabarkan soal perkembangan wabah COVID-19 pasca program vaksinasi tahap 1 dilaksanakan.
Dijelaskan Budi Gunadi, berdasarkan data sementara, ada korelasi positif antara vaksinasi dengan tingkat penularan penyakit tersebut di kalangan tenaga kesehatan. Penularan COVID-19, dijelaskan sang menteri, mengalami penurunan pasca vaksinasi.
"Data sementara yang kami lihat, semua tenaga kesehatan sesudah divaksinasi memang kasus konfirmasinya menurun. Kami masih menanti kelengkapan datanya untuk kesimpulan pasti," ujar Budi Gunadi dalam keterangan pers virtual di YouTube Kemenkes, Rabu (17/2).
Saat ini ada sekitar 1,1 juta lebih tenaga kesehatan yang sudah disuntik vaksin COVID-19 dosis pertama. Sebanyak 500 ribu tenaga kesehatan lagi akan mendapatkan vaksinasi dosis keduanya dalam waktu dekat.
"Kita melihat trennya promising (tingkat penularan berkurang pasca vaksinasi)," jelas Budi Gunadi, dikutip pada Kamis (18/2). "Dan kesimpulan itu harus kita ambil minimal dua pekan setelah suntikan dosis kedua."
Dalam diskusi virtual pada hari yang sama, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu menargetkan program vaksinasi COVID-19 tahap pertama untuk tenaga kesehatan bisa selesai dalam pekan ini. "Jadi tahapan pertama kita untuk nakes 1,46 juta (sasaran vaksinasi) sekarang ini kita sudah mendekati 75 persen," ujar Maxi.
Tenaga kesehatan dengan usia di atas 60 tahun alias lansia juga sudah menerima dosis vaksinnya mulai pekan ini. Memang lansia menjadi salah satu golongan penerima prioritas vaksinasi COVID-19, salah satunya dibuktikan dengan penyuntikan yang diterima Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada Rabu (17/2) pagi kemarin.
Maxi menekankan bahwa vaksin COVID-19 produksi Sinovac sudah dikategorikan aman untuk disuntikkan ke lansia. "Semua nakes lansia yang disuntik vaksin tidak ada kejadian pasca imunisasi (KIPI) tidak ada gejala yang berat, seluruh Indonesia gejala ringan dan sedang, dan semua ditangani," pungkasnya.
(wk/elva)