Tekan Kemiskinan Ekstrem, Ma'ruf Amin Resmikan Sentra Kreasi Bagi Kelompok Marginal
Instagram/kyai_marufamin
Nasional

Pada Kamis (18/2) hari ini, Ma'ruf Amin meresmikan Sentra Kreasi Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang diperuntukkan bagi kelompok marginal, yakni mantan pemulung dan tunawisma.

WowKeren - Pada Kamis (18/2) hari ini, Wakil Presiden Ma'ruf Amin meresmikan Sentra Kreasi Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) di Balai Karya Pangudi Luhur, Bekasi. Sentra ini diperuntukkan bagi mantan pemulung dan tunawisma agar mereka bisa mengembangkan kemampuan diri dan memiliki pekerjaan.

"Program Sentra Kreasi ATENSI dan rencana pembangunan rusunawa bagi eks pemulung dan tuna wisma merupakan bagian dari upaya terarah, terpadu dan berkelanjutan yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memastikan pelayanan sosial dan memenuhi kebutuhan dasar setiap warga negara termasuk warga negara marginal atau terlantar," kata Ma'ruf seperti dilansir dari Kumparan, Kamis (18/2).

Ma'ruf kemudian memberikan apresiasi untuk Kementerian Sosial yang telah menciptakan sentra tersebut untuk memberdayakan kelompok marginal. Karena sentra tersebut sekaligus untuk menciptakan lapangan kerja bagi mereka.

"Saya mengapresiasi inisiatif Kementerian Sosial yang mengembangkan Sentra Kreasi ATENSI bagi eks pemulung dan tuna wisma, melalui kegiatan pemberdayaan kuliner, pertanian hidroponik, peternakan ayam petelur, kerajinan tangan, dan daur ulang sampah nonorganik menjadi barang bermanfaat bagi masyarakat, serta pemberdayaan jasa layanan refleksi, salon kecantikan dan konveksi," imbuh Ma'ruf.

Menurut Ma'ruf, keberadaan sentra ini dapat menekan angka kemiskinan ekstrem yang terjadi selama pandemi. Terlebih karena kelompok marginal belum memiliki akses terhadap administrasi kependudukan, sehingga hampir tidak menerima bantuan sosial dari pemerintah.


"Namun kita semua memahami bahwa sebagian anggota masyarakat belum terjangkau oleh jaring sosial akibat ketiadaan akses administrasi kependudukan. (Itu) mengakibatkan eks pemulung dan tunawisma kesulitan mendapatkan berbagai bantuan dan jaminan sosial dari pemerintah tersebut," paparnya.

Dia melanjutkan, "Oleh karena itu, program ATENSI dapat menjadi salah satu program strategis untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem (extreme poverty) masyarakat yang termiskin dan termarginal yang belum terjangkau layanan sosial dasar, akibat kesulitan akses administrasi kependudukan."

Di samping itu, Ma'ruf juga mengapresiasi upaya pemerintah dalam melakukan perekaman data kependudukan terhadap para pemulung dan tunawisma. Sebab dengan begitu, mereka bisa mengakses bantuan dengan lebih mudah di masa mendatang.

"Selain itu, saya juga mengapresiasi upaya perekaman data kependudukan bagi para pemulung dan tunawisma yang belum memiliki KTP dan kartu keluarga. Ini merupakan langkah maju dalam pemenuhan hak-hak identitas setiap warga negara," jelasnya.

"Demikian juga pembuatan buku rekening dan kartu ATM ATENSI yang menunjukkan inklusi keuangan dapat menyentuh kelompok masyarakat dengan status sosial ekonomi terbawah. Hal ini membuka peluang peningkatan status sosial ekonomi mereka dan keluarganya," sambung Ma'ruf.

"Saya yakin melalui program ATENSI ini berbagai upaya yang dilakukan pemerintah bersama seluruh stakeholder akan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara langsung termasuk mereka yang terdampak COVID-19 secara sosial dan ekonomi dan juga untuk masyarakat yang termarginalkan atau telantar pada umumnya," pungkasnya.

(wk/eval)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait