Rencana pengiriman sampah dari Tangerang Selatan (Tangsel) ke TPA Cilowong di Kota Serang menuai protes dari warga. Kendati demikian, pihak DPRD setempat menyebutnya sebagai peluang.
- Eva Lestari
- Kamis, 18 Februari 2021 - 16:31 WIB
WowKeren - Baru-baru ini muncul wacana bahwa TPA Cilowong yang terletak di Kota Serang akan dijadikan tempat penampungan sampah dari Tangerang Selatan. Tidak sedikit, sebab rencananya sampah yang akan dikirim ke sana mencapai 400 ton per harinya. Karena itulah warga sekitar memprotes dengan tegas rencana tersebut.
Berbeda dengan pemikiran warga, Amanudin Toha selaku Anggota Komisi 4 DPRD Kota Serang justru menganggap rencana tersebut sebagai peluang yang bagus. Pasalnya selama ini Kota Serang memiliki APBD yang minim, sehingga menghambat pengembangan TPA.
"Di sini saya melihat peluang. Itu karena kalau kita kita belum menandatangani kontrak dengan Tangsel, pemerintah Kota Serang enggak bisa membenahi TPSA (Tempat Pembuangan Sampah Akhir)," kata Amanudin seperti dilansir dari Detik.com pada Kamis (18/2).
Amanudin menjelaskan bahwa selama ini Pemkot Serang maupun Pemprov Banten belum memberikan kontribusi yang besar dalam pengelolaan sampah. Sehingga jika rencana ini dijalankan, Pemda akan menerima dana tambahan dari Tangsel yang dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas TPA Cilowong. "Di sini ada peluang yang sangat baik saya pikir. Saya menerima selama ada kebaikan untuk kota dan masyarakat," paparnya.
Di sisi lain, Ketua Komisi II DPRD Kota Serang Pujianto memberikan pandangan yang sedikit berbeda. Ia akan menyetujui rencana tersebut jika kerjasama dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
"Saya bukan bicara menolak atau tidak. Saya sepakat dan setuju jika pengelolaan ini sesuai aturan, poin-poin termaktub di regulasi itu terpenuhi Pemda, saya pribadi bisa memastikan akan setuju," jelas Pujianto.
Lebih lanjut, Pujianto berharap Pemda dapat memastikan keamanan lingkungan maupun kehidupan sosial warga yang tinggal di sekitar TPA Cilowong. Pasalnya TPA tersebut dikenal kurang memadai dan rawan terjadi longsor yang memakan korban jiwa.
"Bisa tidak masyarakat tidak menolak? Saya yakin bisa kalau pemerintah mampu menghadirkan teknologi sesuai harapan masyarakat. Suka atau tidak suka, Cilowong adalah tempat pembuangan sampah. Tinggal bagaimana pemerintah ada formula yang tepat?" pungkasnya.
(wk/eval)