Bukan Main! Satgas Bongkar Temukan 738 WNI dari Luar Negeri yang Positif COVID-19
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pada Rabu (17/2) kemarin saja ada 121 WNI dari luar negeri yang ditemukan positif COVID-19 setibanya di Tanah Air. Lantas negara mana yang menjadi penyumbang terbesar?

WowKeren - Pemerintah tidak hanya berusaha mengurangi tingkat penularan COVID-19 di dalam negeri tetapi juga dari internasional. Diketahui Indonesia sendiri saat ini tidak memperbolehkan WNA masuk selama pandemi COVID-19.

Namun untuk WNI dari perjalanan luar negeri masih diperbolehkan masuk dengan sejumlah pemeriksaan kesehatan ketat. Dan dari proses pemeriksaan itu terbukti ada ratusan WNI dari luar negeri yang positif COVID-19 ketika sampai di Tanah Air.

Tak main-main, sebanyak 738 dari 1.060 orang dikonfirmasi positif COVID-19 sesampainya di Indonesia. "Pada saat tiba di Indonesia kemudian di-swab itu yang positif adalah 738 orang," ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam sebuah dialog virtual, Kamis (18/2).

Data ini, terang Wiku, didapat dari Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan periode 28 Desember 2020 sampai 16 Februari 2021. Dan dari data tersebut, terungkap pula WNI dari negara mana yang menyumbang paling banyak kasus positif COVID-19 setibanya di Tanah Air.


Untuk informasi, pada Rabu (17/2) kemarin saja ada 121 WNI terkonfirmasi positif COVID-19 yang ditemukan usai tiba di Indonesia. Dan ternyata sebagian besar di antaranya adalah WNI dari Arab Saudi.

"Kalau warga negara Indonesia yang kedatangan dari Arab Saudi yang paling banyak, kemarin juga kami menemukan 103 kedatangan," tutur Kemenkes, dilansir dari Kontan, Jumat (19/2). "Kemarin langsung diperiksa, hasil 121 positif itu kemarin tanggal 17."

Perihal sampai positifnya para WNI dari luar negeri ini, berdasarkan hasil wawancara, ternyata terungkap karena sering tak mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Mereka juga kebanyakan berhasil lolos dan terbang ke Tanah Air bermodalkan hasil negatif rapid test antigen alih-alih tes PCR seperti yang dipersyaratkan.

Otoritas kesehatan Indonesia sendiri, dijelaskan Wiku, menerapkan skema Swiss Cheese atau pengecekan berlapis untuk menanggulangi potensi penyebaran wabah COVID-19 dari dan ke luar negeri. Meski membawa hasil negatif, para pendatang ini akan tetap di-swab untuk menguji kondisi secara aktual. Mereka yang positif kemudian harus menjalani karantina dahulu selama 5 hari.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts